LANGIT7.ID - Melihat Islam, jangan hanya mengintip kotak amalnya. Lihatlah Islam secara kaffah. Seperti memandang sebuah masjid besar, kotak amal hanya bagian kecil yang ada di dalamnya. Padatnya shaf orang shalat, ramainya pengajian, dan makmurnya masjid, sangat menentukan besarnya pundi-pundi amal di sana.
Terlebih lagi, Indonesia terkenal sebagai negeri paling dermawan sedunia pada 2021. World Living Indeks menyebutkan, sebanyak 83 dari 100 orang di Indonesia suka jika diajak bederma. Dari data outlook zakat Indonesia 2021, potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun. Zakat perusahaan berpotensi sebanyak Rp144,5 triliun, zakat penghasilan dan jasa Rp139,07 triliun, zakat uang Rp58,76 triliun, zakat pertanian Rp19,79 triliun, dan zakat peternakan Rp9,52 triliun.
Namun, bagaimana menggapai potensi triliunan rupiah dari kocek ummat tersebut? Direktur Utama (Dirut) Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan, potensi Indonesia sangat besar jika semua ummat Islam menjalankan syariat. Namun, fakta di lapangan, masyarakat masih harus didorong menuju arah tersebut. Berikut wawancara
LANGIT7.ID dengan Arifin Purwakananta:
Tahun baru identik dengan evaluasi dan resolusi. Bagaimana dengan Baznas? Masuk ke tahun baru hijriah, kami berharap Baznas dapat mendorong kebangkitan ummat menghadapi pandemi. Kami berharap bisa mengampanyekan semangat terus berjuang dan bangkit agar kita bisa menyelesaikan pandemi ini dengan lebih cepat.
Apa saja target-target Baznas di tahun 1443 Hijriah? Saya kira target Baznas sudah dicanangkan di 2021, kami memiliki misi untuk menjadi lembaga utama yang bisa menyejahterakan ummat. Visi ini sangat kuat kami yakinkan kepada tim dan seluruh Baznas di Indonesia untuk membangun kelembagaan.
Memberikan pelayanan dan mengembangkan zakat agar dapat menjadi alat bagi memantik kesejahteraan ummat baik bantuan yang sifatnya sosial, ekonomi, dan dakwah atau advokasi di masyarakat.
Potensi zakat tak sebanding dengan realisasi di lapangan, bagaimana menurut Baznas? Potensi Indonesia sangat besar kalau semua muslim menjalankan syariat Islam. Apa yang terjadi di lapangan sekarang, kita masih terus berjuang untuk mendorong masyarakat menjalankan syariat Islam.
Saya kira itu selaras dengan masjid-masjid yang akan penuh, masyarakat tidak terbelah seperti saat sekarang, menjadi lebih religius. Itu yang kami upayakan sehingga saat itulah potensi zakat dapat dihimpun.
Baca Wawancara Lainnya: Gubernur Sumbar, Kita Merdeka karena Kompak dan BersatuYang bisa dilakukan sekarang adalah mengembangkan dan meningkatkan zakat dari tahun ke tahun. Sekarang ini setiap tahun Baznas dan LAZ se-Indonesia telah menaikkan pengumpulan zakat tiap tahun sekitar 24 persen rata-rata. Kalau 2020 telah terhimpun Rp12 triliun-an lebih, kami berharap di 2021 dapat terhimpun Rp15 triliun dari 500-an lembaga Baznas di Indonesia juga LAZ di daerah. Saya berharap ini dapat tercapai sehingga kita bisa membuat berbagai kegiatan membantu masyarakat.
Apa tantangan terberat yang dihadapi Baznas dalam menghimpun dan mengelola zakat di tanah air? Tantangan terberat saat ini adalah kelembagaan. Jadi dengan tidak meratanya literasi dan SDM di seluruh Indonesia badan-badan amil zakat belum memiliki SDM yang kuat secara merata, baik di kota-kota besar, provinsi, kabupaten kota dan di daerah. Karena itu, kami akan mengembangkan sertifikasi dan penguatan literasi amil zakat dan manajemen zakat untuk membangun kelembagaan yang baik sehingga bisa mengoptimalkan potensi yang ada di masyarakat.
Tantangan terberat yang kedua adalah sistem. Di negeri yang sebesar Indonesia kita perlu mendorong teknologi yang lebih baik, lebih mudah agar masyarakatnya lebih gampang melaksanakan kewajiban zakat. Hal ini akan memiliki tantangan belum meratanya kekuatan teknologi di berbagai daerah.
Di kota-kota besar saya kira jaringan internet sudah cukup, tapi di daerah miskin, daerah timur, 3T, kami belum mendapati infrastruktur teknologi yang memungkinkan seluruh pelosok bumi Indonesia dapat dimudahkan sistem pengelolaan zakatnya melalui digital. Ini akan terus kita upayakan dengan menambah jaringan informasi dan sistem melalui
software maupun
hardware di daerah-daerah.
Baca Wawancara Lainnya: Rektor Perbanas Institute: Perbankan Syariah, Kenapa Masih Ragu? Kami telah memiliki SiMBA (Sistem Manajemen Informasi Baznas) yang telah kita tawarkan kepada pengelola zakat di seluruh Indonesia untuk dipakai memudahkan melayani ratusan juta Muzakki yang mungkin sedang menanti kemudahan zakat dari Baznas dan LAZ di Indonesia.
Sekarang ini pengumpulan zakat sudah cukup baik di beberapa kota yang punya dukungan sistem yang baik, tapi kami berharap ini segera merata di seluruh Indonesia. Sehingga tidak sejengkal tanah pun di negeri ini kalau ada muslim yang mau melaksanakan ibadah zakat tidak terlayani.
Bagaimana strategi Baznas menghadapi tantangan itu? Baznas sekarang ini sedang membangun sistem pengelolaan zakat terpadu bernama SiMBA untuk kita jadikan jalan keluar bagi kesulitan pengembangan pengelolaan zakat di daearah, sekaligus juga memberikan sertifikasi kepada amil.
Karena tantangan literasi SDM sangat terasa, maka kami mengembangkan lemdiklat (lembaga pendidikan dan pelatihan) untuk bisa menguatkan performance amil dengan sertifikasi. Dengan demikian diharapkan kemampuan amil akan semakin merata di berbagai daerah.
Krisis pandemi belum berakhir. Apa rencana Baznas selanjutnya dalam penanggulangan Covid-19? Covid-19 masih panjang, kita terus mengembangkan berbagai program pengumpulan agar memudahkan masyarakat melaksanakan kewajibannya tanpa harus terpapar virus. Kami menyediakan berbagai kanal digital, kanal donasi dan pelayanan online. Cukup membuka
handphone atau layar kompuer, mereka bisa berzakat menggunakan layanan digital maupun perbankan dan layanan lainnya sesuai koridor syar'i.
Kami juga membuat program layanan bantuan untuk bisa menyelesaikan problem Covid-19 di lapangan baik berupa bantuan kesehatan. Misalnya, mendorong dan menguatkan vaksinasi, membuat edukasi, layanan ambulans, ruang darurat isoman, dan program lainnya yang sifatnya bantuan kesehatan.
Baca Wawancara Lainnya: Rektor UIN Jakarta: Indonesia Sangat Dinanti Ummat Islam Dunia Kemudian layanan jenazah bagi warga yang tidak memahami bagaimana menunaikan hak jenazah kami memiliki tim mulai dari menyhalatkan hingga memakamkan. Kami juga mengembangkan bantuan ekonomi dengan membangun program
cash for work bagi para ojek online yang menganggur karena PPKM. Kemudian program penguatan UKM memfasilitasi warung agar dapat dipesan secara online, mengembangkan pelatihan kerja, pertanian, peternakan dan beragam jenis UKM lainnya yang dapat digunakan untuk bertahan.
Kami juga mendorong zakat community development di mana suatu kawasan dapat dikuatkan agar ekonomi desa dapat lebih baik sehingga tak perlu hijrah ke kota-kota karena masalah ekonomi. Selain itu, mengembangkan program sosialisasi, edukasi, dan dakwah agar bisa mendorong masyarakat bisa meningkat literasinya terkait Covid-19. Kami juga membuat buku-buku kecil penyampaian informasi dakwah, dan buku khutbah terkait Covid-19.
Pandemi mengungkap fakta fasilitas kesehatan tanah air masih rapuh, sejauh mana pemanfaatan dana zakat di bidang ini? Kita perlu menguatkan berbagai segi, salah satunya kesehatan. Jadi kami membangun Satgas Covid-19. Di tahun ini saja kami merencanakan di Baznas pusat membuat gerakan dan menyiapkan dana Rp30 miliar untuk program bantuan Covid-19.
Kami juga menggalakkan seluruh badan di Indonesia untuk menyisakan dana dan membuat dompet-dompet khusus untuk bisa menaikkan angka pelayanan bantuan. Setengah semester tahun lalu saja seluruh Baznas dan LAZ di Indonesia bisa menyalurkan sekitar Rp700 miliar dan diperkirakan sampai akhir tahun sudah Rp1,5 triliun.
Bagaimana Baznas melihat semangat publik urun dana atau gotong royong membantu krisis pandemi? Semangat kedermawanan publik sangat tinggi, mengonfirmasi hasil survei World Living Indeks bahwa Indonesia adalah negeri paling dermawan sedunia pada 2021. Catatan itu menyatakan bahwa 83 orang dari 100 orang di Indonesia jika dimintai ajakan berdonasi maka 83 persennya akan menyumbang.
Saya kira ini benar, walaupun dalam posisi sulit Baznas masih menerima banyak sekali donasi publik. Kami juga mendengar dari Baznas dan LAZ di seluruh Indonesia bahwa donasi publik Alhamdulillah masih tinggi. Bantuan masyarakat di luar lembaga informal juga sangat banyak baik di kelompok kampung maupun organisasi sosial keagamaan dan organisasi masyarakat lainnya. Saya kira ini potensi yang cukup besar dan patut disyukuri
Kami mengajak kepada Baznas dan LAZ seluruh Indonesia untuk dapat menjaga transparansi, akuntabilitas sehingga kedermawanan publik dapat terfasilitasi dan tersalurkan dengan baik. Masyarakat diharapkan memilih lembaga terpercaya agar kedermawanan ini tidak disalahgunakan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab, yang nantinya bisa membuat kepercayaan publik menurun.
Lembaga resmi itu ada daftarnya di web Baznas silakan memilih lembaga yang dapat diaudit dan teeakreditasi sehingga donasi masyarakat dapat diawasi dalam penyalurannya.
Dalam hal apa bantuan selama pandemi ini harus difokuskan? Bisa dikembangkan melalui tiga kelompok besar, pertama bantuan sosial dan kesehatan. Sekarang ini sudah melebar kepada layanan pengelolaan jenazah Covid-19 juga layanan bantuan kebutuhan darurat lainnya. Sekarang ini banyak dan terdeteksi adanya ribuan anak yatim yang memerlukan bantuan, itu juga dapat dilakukan dengan pendekatan sosial seperti pemberian beasiswa, pemberian bantuan kebutuhan pangan dan sebagainya.
Baca Wawancara Lainnya: Pesan Dubes Al Busyra dari Negeri Hijrah Pertama Para Sahabat Kedua, kelompok bantuan ekonomi di mana karena pandemi dan PPKM ekonomi kita anjlok, baik yang formal maupun informal sehingga kita perlu mendorong bantuan yang sifatnya ekonomi. Bagaimana membuat usaha tetap berjalan, baik memberi bantuan modal, meningkatkan pemasaran UMKM atau pengusaha kecil mikro yang kesulitan
Ketiga, kegiatan yang sifatnya dakwah, kita harus membangun semangat publik untuk terus tahan dalam kondisi sepeti ini. Jangan
chaos, jangan ada kerusuhan, dan melakukan hal-hal yang bisa lebih merusak kondisi ini. Karena itu, perlu bantuan yang sifatnya dakwah untuk membangun literasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan cara mencegahnya, mendorong vaksinasi, hingga menghindari perbuatan yang berpotensi menyalahi hukum.
Pesan untuk ummat Islam dari Baznas di Muharram ini? Muharram ini menjadi semangat hijrah dari keadaan yang sangat sulit menjadi keadaan yang lebih baik dengan mengatasi pandemi yang masih mendera bangsa kita. Semangat hijrah kita gunakan untuk bangkit bersama dari kondisi yang terpuruk menjadi kondisi yang lebih baik.
Mudah-mudahan kita akan masuk fase yang lebih baik di semester dua 2021 ini dengan semangat hijrah memperbaiki diri dan semangat bertahan hidup.Allah SWT memberikan cobaan, tapi Allah juga memberikan jalan keluar. Kita akan terus minta tolong kepada Allah agar diberi jalan keluar yang terbaik dan mendapat berkah serta ilmu yang manfaat dari adanya krisis ini.
Sehingga kita bisa memberikan pesan bagi generasi mendatang agar mereka dapat mengelola keadaan ini manakala ada kejadian serupa di masa mandatang, sehingga anak cucu kita bisa lebih baik dalam menangani pandemi seperti ini. Semoga Allah memberikan berkah kepada seluruh rakyat Indonesia. Mudah-mudahan semangat hijrah memberikan kekuatan kepada kita. Semoga Allah menolong kita semua.
(jak)