Jangan Anggap Syahwat Aib, Salurkan ke Tempat Baik dan Terhormat
Mahmuda attar hussein
Ahad, 30 Oktober 2022 - 15:35 WIB
Ilustrasi berhubungan suami istri di dalam kamar. (Foto: Istimewa).
Syahwat merupakan nafsu atau keinginan untuk berhubungan badan dengan lawan jenis. Hal ini menjadi kodrat, sehingga syahwat tidak dapat dianggap sebuah aib.
Pendakwah Buya Yahya mengatakan, syahwat bukan aib dan cela, karena semua orang memilikinya. Namun, syahwat harus disalurkan pada tempat yang baik dan terhormat.
"Allah Maha Pengasih, dan tidak diberikan kepada seorang hamba sebuah syahwat kecuali Dia sediakan pula penyalurannya yang bersih dan terhormat," jelas dia diakun TikTok @albahjahtv.official, dikutip Ahad (30/10/2022).
Menurutnya, syahwat yang disalurkan kepada sesuatu yang baik akan menjadi prestasi di hadapan Rasulullah SAW. Prestasi ini berupa sebuah jalinan pernikahan.
Baca Juga: Ustadz Rahman: Menikah bukan Sekedar Menyalurkan Syahwat
"Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat)." (HR. Ibnu Majah).
Selain itu, menikah juga akan membuka rezeki ladang pahala yang baru. Seperti memberi nafkah kepada keluarga yang bernilai sedekah.
Pendakwah Buya Yahya mengatakan, syahwat bukan aib dan cela, karena semua orang memilikinya. Namun, syahwat harus disalurkan pada tempat yang baik dan terhormat.
"Allah Maha Pengasih, dan tidak diberikan kepada seorang hamba sebuah syahwat kecuali Dia sediakan pula penyalurannya yang bersih dan terhormat," jelas dia diakun TikTok @albahjahtv.official, dikutip Ahad (30/10/2022).
Menurutnya, syahwat yang disalurkan kepada sesuatu yang baik akan menjadi prestasi di hadapan Rasulullah SAW. Prestasi ini berupa sebuah jalinan pernikahan.
Baca Juga: Ustadz Rahman: Menikah bukan Sekedar Menyalurkan Syahwat
"Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat)." (HR. Ibnu Majah).
Selain itu, menikah juga akan membuka rezeki ladang pahala yang baru. Seperti memberi nafkah kepada keluarga yang bernilai sedekah.