Berbeda dengan Konsep Feminisme, Islam Sangat Muliakan Wanita
Ummu hani
Senin, 31 Oktober 2022 - 15:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Feminisme menjadi isu fundamental yang tak hentinya digaungkan. Jiwa feminis menuntut konsep kesetaraan gender dalam realitas sosial.
Melansir laman resmi MUI, istilah Feminisme dalam Islam merupakan gerakan baru. Penyebaran gerakan Feminisme memaksa para wanita berontak terhadap sistem kultural maupun struktural yang dianggap mendiskeditkan eksistensi mereka.
Salah satu pijakannya didasarkan pada keyakinan Nabi Adam AS yang mempertanyakan organ vital yang terdapat dalam dirinya kepada Allah SWT. Hal itu berimplikasi terhadap pencipataan Siti Hawa dari tulang rusuk Adam.
Penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam ini yang diklaim cenderung menempatkan perempuan secara sekunder atau dinomorduakan. Keberadaan perempuan tidak lebih hanya manifestasi pelengkap bagi jiwa lelaki.
Ketika gerakan feminisme masuk ke dalam Islam, mempunyai dampak cukup signifikan dan cenderung destruktif. Melalui feminis, mereka mencoba mengotak-atik kemantapan syariah dalam Islam.
Baca Juga:Islamofobia dalam Pandangan UAS, Muncul Akibat Clash of Civilizations
Sejatinya, Islam sangat menjunjung kesetaraan. Hal itu tertera dalam Al Quran surat Al-Hujarat ayat 13 yang berbunyi:
Melansir laman resmi MUI, istilah Feminisme dalam Islam merupakan gerakan baru. Penyebaran gerakan Feminisme memaksa para wanita berontak terhadap sistem kultural maupun struktural yang dianggap mendiskeditkan eksistensi mereka.
Salah satu pijakannya didasarkan pada keyakinan Nabi Adam AS yang mempertanyakan organ vital yang terdapat dalam dirinya kepada Allah SWT. Hal itu berimplikasi terhadap pencipataan Siti Hawa dari tulang rusuk Adam.
Penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam ini yang diklaim cenderung menempatkan perempuan secara sekunder atau dinomorduakan. Keberadaan perempuan tidak lebih hanya manifestasi pelengkap bagi jiwa lelaki.
Ketika gerakan feminisme masuk ke dalam Islam, mempunyai dampak cukup signifikan dan cenderung destruktif. Melalui feminis, mereka mencoba mengotak-atik kemantapan syariah dalam Islam.
Baca Juga:Islamofobia dalam Pandangan UAS, Muncul Akibat Clash of Civilizations
Sejatinya, Islam sangat menjunjung kesetaraan. Hal itu tertera dalam Al Quran surat Al-Hujarat ayat 13 yang berbunyi: