Pesta Halloween Dilaporkan Tetap Berjalan Meski Korban Berjatuhan di Itaewon
Fajar adhitya
Senin, 31 Oktober 2022 - 20:02 WIB
Sejumlah orang tetap menggelar pesta meski banyak korban berjatuhan di Itaewon (foto: Hanykoreh)
Ratusan orang meregang nyawa saat merayakan pesta Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan. Sebanyak 154 orang tewas dan lebih dari 149 mengalami luka-luka.
Namun, meskipun kengerian merebak pada Sabtu (29/10/2022), banyak peserta Halloween tetap berpesta dan melanjutkan minum-minum di bar. Peringatan dari otoritas keamanan yang meminta agar para pengunjung segera pulang tidak dihiraukan.
Dilaporkan Hanykoreh, petugas pemadam kebakaran meminta penghentian perayaan Halloween pada pukul 23.19 waktu setempat, sekitar 49 menit setelah laporan diterima. Namun, hingga Ahad dini hari pukul 2 kerumunan orang dengan kostum sibuk mengambil foto dan menikmati festival di gang-gang dekat lokasi kecelakaan.
Baca juga:Sebanyak 26 WNA Tewas dalam Tragedi Halloween di Itaewon
Kursi-kursi di bar tetap penuh seolah tidak terjadi apa-apa. Sebuah ambulans yang melakukan perjalanan ke lokasi kecelakaan sulit mendapat akses karena pencegatan kerumunan.
Aparat kepolisian terus bersiaga, menggunakan peluit, pengeras suara, hingga berteriak untuk meminta para pengunjung bubar.
"Silakan pulang. Itulah yang membantu kami. Silakan bubar."
Namun, meskipun kengerian merebak pada Sabtu (29/10/2022), banyak peserta Halloween tetap berpesta dan melanjutkan minum-minum di bar. Peringatan dari otoritas keamanan yang meminta agar para pengunjung segera pulang tidak dihiraukan.
Dilaporkan Hanykoreh, petugas pemadam kebakaran meminta penghentian perayaan Halloween pada pukul 23.19 waktu setempat, sekitar 49 menit setelah laporan diterima. Namun, hingga Ahad dini hari pukul 2 kerumunan orang dengan kostum sibuk mengambil foto dan menikmati festival di gang-gang dekat lokasi kecelakaan.
Baca juga:Sebanyak 26 WNA Tewas dalam Tragedi Halloween di Itaewon
Kursi-kursi di bar tetap penuh seolah tidak terjadi apa-apa. Sebuah ambulans yang melakukan perjalanan ke lokasi kecelakaan sulit mendapat akses karena pencegatan kerumunan.
Aparat kepolisian terus bersiaga, menggunakan peluit, pengeras suara, hingga berteriak untuk meminta para pengunjung bubar.
"Silakan pulang. Itulah yang membantu kami. Silakan bubar."