LANGIT7.ID, Jakarta - Ratusan orang meregang nyawa saat merayakan
pesta Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan. Sebanyak 154 orang tewas dan lebih dari 149 mengalami luka-luka.
Namun, meskipun kengerian merebak pada Sabtu (29/10/2022), banyak peserta Halloween tetap berpesta dan melanjutkan minum-minum di bar. Peringatan dari otoritas keamanan yang meminta agar para pengunjung segera pulang tidak dihiraukan.
Dilaporkan Hanykoreh, petugas pemadam kebakaran meminta penghentian perayaan Halloween pada pukul 23.19 waktu setempat, sekitar 49 menit setelah laporan diterima. Namun, hingga Ahad dini hari pukul 2 kerumunan orang dengan kostum sibuk mengambil foto dan menikmati festival di gang-gang dekat lokasi kecelakaan.
Baca juga: Sebanyak 26 WNA Tewas dalam Tragedi Halloween di Itaewon Kursi-kursi di bar tetap penuh seolah tidak terjadi apa-apa. Sebuah ambulans yang melakukan perjalanan ke lokasi kecelakaan sulit mendapat akses karena pencegatan kerumunan.
Aparat kepolisian terus bersiaga, menggunakan peluit, pengeras suara, hingga berteriak untuk meminta para pengunjung bubar.
"Silakan pulang. Itulah yang membantu kami. Silakan bubar."
Alih-alih patuh, banyak pengunjung yang acuh bahkan memprotes tindakan kepolisian. "Apa yang Anda lakukan jika Anda meminta saya untuk keluar saat saya sedang minum di bar?" dan "Mengapa Anda berteriak?"
Baca juga: Shin Tae-yong Kirim Doa untuk Korban Tragedi Halloween di Itaewon Pemerintah memberlakukan status bencana khusus untuk Distrik Yongsan dan menetapkan "periode berkabung nasional" hingga tengah malam pada 5 November. Ini adalah kali ke-11 kawasan bencana khusus dinyatakan sebagai bencana sosial, bukan bencana alam.
(sof)