home edukasi & pesantren

Tantangan Mendidik Gen Z agar Tetap Teguh pada Agama di Era Disrupsi

Kamis, 03 November 2022 - 17:05 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Zaman terus berkembang, setiap generasi memiliki gaya hidup dan pola berpikir berbeda-beda. Hal itu memunculkan tantangan tersendiri dalam pendidikan agama. Apalagi saat ini, perkembangan teknologi komunikasi mengubah banyak hal dalam kehidupan generasi muda terlebih generasi Z.

Anak-anak yang lahir pada 1996-2010an adalah kelompok anak muda yang disebut generasi Z. Tantangan mendidik generasi ini tentu berbeda dengan generasi yang lahir sebelum itu. Di sini, kreativitas seorang pendidik diuji. Maka, anak-anak yang saat mondok di pesantren masuk dalam kategori ini.

Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok, KH Yusron Shidqimengatakan bahwa perkembangan zaman tidak bisa dihindari. Maka, hal yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan pola pendidikan bagi generasiz agar bisa teguh memegang agama di era disrupsi. Ini merupakan tantangan yang harus disadari setiap pendidik, baik yang berada di pesantren maupun lembaga pendidikan lain.

Baca Juga:Mental Illness dalam Perspektif Islam dan Relasinya dengan Keimanan

“Tantangan untuk santri (gen Z) di era disrupsi adalah melakukan penyesuaian terhadap cara hidup yang baru namun tetap dalam koridor agama,” kata pria yang akrab disapa Gus Yusron itu kepada Langit7.id, Kamis (3/11/2022).

Putra KH Ahmad Hasyim Muzadi itu menegaskan, tantangan paling berat mendidik mahasiswa adalah dalam penggunaan teknologi informasi. Teknologi seperti memiliki dua sisi mata uang sehingga kepekaan diperlukan agar pola pendidikan yang diterapkan bisa tepat sasaran.

“Tantangan paling berat mendidik mahasiswa adalah smartphone. Pembatasan dan penggunaan HP memainkan peran yang cukup penting dalam mensukseskan pendidikan pesantren mahasiswa,” ujar Gus Yusron.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pendidikan agama santri gen z disrupsi teknologi yusron shidqi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya