Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 16 Agustus 2026
home global news detail berita

Bamsoet Kecam Penurunan Merah Putih di Hari Damai Aceh

ahmad zuhdi Ahad, 16 Agustus 2026 - 16:34 WIB
Bamsoet Kecam Penurunan Merah Putih di Hari Damai Aceh
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan kecaman keras atas insiden kericuhan saat peringatan Hari Damai Aceh ke-21. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID-Jakarta; - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan kecaman keras atas insiden kericuhan saat peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Gesekan pecah akibat ulah sekelompok massa yang menurunkan bendera Merah Putih dari tiang lalu mengerek bendera Bulan Bintang, hingga berlanjut pada bentrokan dengan aparat yang diwarnai aksi pelemparan batu dan tembakan gas air mata.

“Saya mengecam keras tindakan penurunan bendera Merah Putih serta mencopot dan menginjak-nginjak lambang negara Garuda Pancasila, dalam peringatan Hari Damai Aceh. Tindakan seperti itu sangat provokatif dan berpotensi merusak semangat perdamaian yang sudah dibangun dengan susah payah selama 21 tahun. Aparat penegak hukum harus mengusutnya secara tuntas dan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.” ujar Bamsoet, di Jakarta, Ahad (16/8/2026).

Mantan Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 tersebut mengingatkan bahwa langkah penegakan hukum wajib dijalankan secara profesional serta terukur agar tidak justru memicu eskalasi konflik. Pihak kepolisian dituntut cermat memisahkan antara warga yang menyuarakan aspirasi secara damai dengan oknum provokator yang melakukan kekerasan, perusakan, atau penghinaan terhadap simbol negara. Penanganan hukum yang proporsional diyakini bakal menjaga wibawa negara sekaligus mencegah stigma bahwa publik Aceh kembali terseret arus konflik.

Baca Juga: Prabowo Kirim 1.725 Paket Sembako via Hercules ke Maumere untuk Korban Bencana NTT

“Perlu dilakukan investigasi menyeluruh secara profesional, objektif, dan transparan. Jangan sampai ulah segelintir orang kemudian digeneralisasi sebagai sikap seluruh masyarakat Aceh. Saya percaya mayoritas rakyat Aceh sangat menghargai perdamaian dan memahami bahwa masa depan Aceh jauh lebih penting daripada mempertahankan simbol-simbol konflik masa lalu. Aspirasi boleh disampaikan, kritik boleh diberikan, tetapi semuanya harus dilakukan dalam koridor hukum dan tanpa kekerasan,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar serta Wakil Ketua Umum Bidang Polhukam KADIN Indonesia ini mendesak pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk segera menggelar evaluasi komprehensif atas kerusuhan tersebut. Langkah evaluasi dianggap krusial demi mencegah berulangnya insiden serupa, sekaligus memastikan pemenuhan aspirasi masyarakat Aceh tetap terakomodasi dengan baik.

Di samping itu, seluruh pemangku kepentingan di Aceh—mulai dari tokoh agama, adat, eks kombatan, hingga aktivis pemuda dan sipil—diimbau tidak terpancing provokasi, mengingat konsensus damai selama dua dekade adalah warisan sejarah yang sangat bernilai.

“Aceh sudah membuktikan bahwa perbedaan dan konflik dapat diselesaikan melalui meja perundingan. Jika masih ada persoalan mengenai pelaksanaan kekhususan Aceh, kesejahteraan, sumber daya alam, infrastruktur, atau hal-hal lain yang dirasakan belum tuntas, semuanya harus diperjuangkan melalui jalur politik, hukum, dan dialog. Saya meminta semua pihak menahan diri, menjaga ketertiban, dan bersama-sama merawat perdamaian Aceh,” pungkasnya.

Baca Juga: Fadli Zon Siapkan Museum Persahabatan Indonesia-Timor Leste di TMII, Anjungan Timor Timur Bakal Dihidupkan Lagi

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 16 Agustus 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:01
Ashar
15:21
Maghrib
17:58
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan