KH Ahmad Sanusi, Ulama Pejuang Kemerdekaan Keturunan Sunan Giri
Muhajirin
Jum'at, 04 November 2022 - 16:43 WIB
KH Ahmad Sanusi (foto: ib times)
Pemerintah Indonesia akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional KH Ahmad Sanusi dari Jawa Barat. Beliau merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang belum mendapat gelar pahlawan nasional. Tak hanya itu, beliau merupakan muhaddits atau Ulama Hadits besar keturunan Sunan Giri.
Munandi Shaleh dalam buku KH Ahmad Sanusi: Pemikiran dan Perjuangannya dalam Pergolakan Nasional mencatat mencatat riwayat hidup KH Ahmad Sanusi lahir di Kampung Cicantayan, Desa Cicantayan, Kec. Cikembar Cibadak, Sukabumi pada 12 Muharram 1306 H/18 September 1888 M.
KH Ahmad Sanusi merupakan putra KH Abdurrahim bin H Yasin. Nasabnya tersambung ke Sunan Syekh Ainul Yaqin atau Sunan Giri, hingga ke Nabi Muhammad SAW. Dia dibesarkan di tengah lingkungan Pesantren selama kurang lebih 16 tahun.
Baca Juga: Sunan Giri, Paus Van Java Rujukan Umat Islam se-Nusantara
Sebagai santri muda, dia belajar langsung secara intensif dari ayahnya, ajengan H. ‘Abdurrahīm, sebelum melanjutkan pendidikan di beberapa pesantren. Pada 1905 M, saat berusia 17 tahun, dia mulai mondok di beberapa pesantren di wilayah Jawa Barat, seperti Cisaat, Sukaraja Sukabumi, Cianjur, Garut, dan Tasikmalaya.
Munandi Shaleh dalam buku KH Ahmad Sanusi: Pemikiran dan Perjuangannya dalam Pergolakan Nasional mencatat mencatat riwayat hidup KH Ahmad Sanusi lahir di Kampung Cicantayan, Desa Cicantayan, Kec. Cikembar Cibadak, Sukabumi pada 12 Muharram 1306 H/18 September 1888 M.
KH Ahmad Sanusi merupakan putra KH Abdurrahim bin H Yasin. Nasabnya tersambung ke Sunan Syekh Ainul Yaqin atau Sunan Giri, hingga ke Nabi Muhammad SAW. Dia dibesarkan di tengah lingkungan Pesantren selama kurang lebih 16 tahun.
Baca Juga: Sunan Giri, Paus Van Java Rujukan Umat Islam se-Nusantara
Sebagai santri muda, dia belajar langsung secara intensif dari ayahnya, ajengan H. ‘Abdurrahīm, sebelum melanjutkan pendidikan di beberapa pesantren. Pada 1905 M, saat berusia 17 tahun, dia mulai mondok di beberapa pesantren di wilayah Jawa Barat, seperti Cisaat, Sukaraja Sukabumi, Cianjur, Garut, dan Tasikmalaya.