Dewan Da'wah Kirim 102 Da'i ke Daerah Pedalaman dan Perbatasan
Andi Muhammad
Jum'at, 04 November 2022 - 17:20 WIB
Dewan Dawah Kirim 91 Dai ke Daerah Pedalaman dan Perbatasan. Foto: Istimewa.
Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia kembali mengirimkan para juru da'wah (da'i) ke pedalaman Indonesia. 102 da'i lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Da'wah (STID) Mohammad Natsir ini akan ditempatkan di berbagai wilayah terluar, terpencil, dan daerah perbatasan.
Sekretaris Umum Dewan Da'wah, Ustaz Avid Solihin menjelaskan, sejak awal didirikan pada tahun 1963, Dewan Da'wah konsentrasi pada penempatan para da'i di daerah. Menurut dia, tujuan tersebut terdiri dari lima hal.
"Pertama, mengawal akidah umat. Karena di daerah itu sangat membutuhkan bimbingan dari para asatidz untuk menyelamatkan mereka dari penyimpangan akidah," kata Ustaz Avid dalam sambutannya di Masjid Al-Furqon, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2022).
Kedua, yakni menegakkan syariah. Ia menjelaskan bahwa syariah adalah aturan dari Allah dan diterapkan serta diajarkan oleh Rasulullah Saw. "Bagaimana para da'i misalnya, mengajarkan doa-doa, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi," ujarnya.
Baca Juga:STID Mohammad Natsir Wisuda 91 Dai, Ini Pesan Ketum Dewan Da’wah
Keempat, tujuan penempatan da'i di daerah adalah sebagai perekat ukhuwah. Ustaz Avid berpesan kepada para da'i agar kehadiran da'i Dewan Da'wah di mana pun berada jangan sampai menimbulkan perpecahan umat.
"Perbedaan-perbedaan furu'iyah itu untuk memperkaya khazanah kita, tetapi perbedaan jauh berbeda dengan penyimpangan, penyimpangan itu tentu harus diluruskan dan tidak bisa di toleransi. Bedakan dan fahami mana yang dimaksud dengan perbedaan dan penyimpangan," ujarnya.
Sekretaris Umum Dewan Da'wah, Ustaz Avid Solihin menjelaskan, sejak awal didirikan pada tahun 1963, Dewan Da'wah konsentrasi pada penempatan para da'i di daerah. Menurut dia, tujuan tersebut terdiri dari lima hal.
"Pertama, mengawal akidah umat. Karena di daerah itu sangat membutuhkan bimbingan dari para asatidz untuk menyelamatkan mereka dari penyimpangan akidah," kata Ustaz Avid dalam sambutannya di Masjid Al-Furqon, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2022).
Kedua, yakni menegakkan syariah. Ia menjelaskan bahwa syariah adalah aturan dari Allah dan diterapkan serta diajarkan oleh Rasulullah Saw. "Bagaimana para da'i misalnya, mengajarkan doa-doa, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi," ujarnya.
Baca Juga:STID Mohammad Natsir Wisuda 91 Dai, Ini Pesan Ketum Dewan Da’wah
Keempat, tujuan penempatan da'i di daerah adalah sebagai perekat ukhuwah. Ustaz Avid berpesan kepada para da'i agar kehadiran da'i Dewan Da'wah di mana pun berada jangan sampai menimbulkan perpecahan umat.
"Perbedaan-perbedaan furu'iyah itu untuk memperkaya khazanah kita, tetapi perbedaan jauh berbeda dengan penyimpangan, penyimpangan itu tentu harus diluruskan dan tidak bisa di toleransi. Bedakan dan fahami mana yang dimaksud dengan perbedaan dan penyimpangan," ujarnya.