Kisah Awal Perjuangan Bung Tomo Mengomandoi Arek-arek Suroboyo
Muhajirin
Rabu, 09 November 2022 - 18:02 WIB
Bung Tomo dikenal dengan pidatonya yang menggelegar (foto: istimewa)
Setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional untuk mengenang perjuangan Arek-arek Suroboyo menghalau penjajah. Tokoh sentral di balik peristiwa tersebut adalah Sutomo atau lebih dikenal Bung Tomo.
Putra Bung Tomo, HM Bambang Soelistomo, menceritakan awal mula Bung Tomo mengomando pertempuran di Surabaya melawan tentara Sekutu. Pria kelahiran Yogyakarta, 22 April 1950 mengatakan, jiwa patriotisme Bung Tomo lahir saat mengikuti Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI).
Baca Juga: Kekuatan Takbir Bung Tomo, Gerakkan Hati Nonmuslim Berjuang Lawan Belanda
Bung Tomo bukan dari keluarga kaya raya. Hanya sederhana, bahkan masuk dalam kategori miskin. Itu yang menyebabkan Bung Tomo tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan formal. Meski begitu, ayah Bung Tomo, Kartawan Tjiptowidjojo tak melupakan Pendidikan sang anak.
Selain mengikuti Gerakan Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI), Kartawan juga sering mengajak Bung Tomo remaja ke tempat-tempat diskusi para pendiri bangsa seperti tempat diskusi HOS Cokroaminoto di Surabaya. Selain itu, Bung Tomo merupakan pembaca yang baik. Itu terbukti dari kebiasaan Bung Tomo yang gemar menulis dan menjadi wartawan.
Putra Bung Tomo, HM Bambang Soelistomo, menceritakan awal mula Bung Tomo mengomando pertempuran di Surabaya melawan tentara Sekutu. Pria kelahiran Yogyakarta, 22 April 1950 mengatakan, jiwa patriotisme Bung Tomo lahir saat mengikuti Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI).
Baca Juga: Kekuatan Takbir Bung Tomo, Gerakkan Hati Nonmuslim Berjuang Lawan Belanda
Bung Tomo bukan dari keluarga kaya raya. Hanya sederhana, bahkan masuk dalam kategori miskin. Itu yang menyebabkan Bung Tomo tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan formal. Meski begitu, ayah Bung Tomo, Kartawan Tjiptowidjojo tak melupakan Pendidikan sang anak.
Selain mengikuti Gerakan Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI), Kartawan juga sering mengajak Bung Tomo remaja ke tempat-tempat diskusi para pendiri bangsa seperti tempat diskusi HOS Cokroaminoto di Surabaya. Selain itu, Bung Tomo merupakan pembaca yang baik. Itu terbukti dari kebiasaan Bung Tomo yang gemar menulis dan menjadi wartawan.