Kasus Gagal Ginjal di Indonesia Mengalami Penurunan
Hasanah syakim
Rabu, 09 November 2022 - 18:32 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Muhammad Syahril mengatakan pada 6 November 2022 tidak ada penambahan kasus Gangguan Ginjal Akut (GGAPA).
Menurutnya, dalam kurun waktu satu minggu terakhir terjadi penurunan tren GGAPA di Indonesia. Syahril menyampaikam hingga satu minggu terakhir masih tercatat 324 kasus. Terdiri dari 28 kasus dalam perawatan, 194 meninggal (CFR 59 persen), dan sembuh 104 kasus.
"Upaya ini merupakan hasil sejak dikeluarkannya Surat Edaran yang melarang nakes dan apotek untuk memberikan obat cair/sirup pada anak," kata dr. Syahril dalam keterangannya Rabu (9/11/2022).
Baca juga:BPOM Umumkan Dua Perusahaan Farmasi Langgar Ketentuan Pembuatan Obat Sirop
Hal ini menjadi langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah, mengingat hasil pemeriksaan terhadap kasus GGAPA yang dilaporkan di 28 provinsi menunjukkan hasil pemeriksaan yang konsisten. Dan faktor risiko terbesar penyebab GGA adalah toksikasi dari EG dan DEG pada obat cair.
"Sejak tanggal 18 Oktober itu jumlah pasien sudah mulai turun terus, pada bulan November awal tanggal 2 sampai tanggal 6 bahkan tidak ada pasien yang bertambah maupun meninggal," terangnya.
Lebih lanjut, dr. Syahril menyatakan dengan melarang pemakaian obat di Puskesmas, tenaga kesehatan, dan penjualan di apotek serta mendatangkan antidotum. Para pasien yang dirawat mengalami perbaikan yang signifikan, dan banyak yang sembuh.
Menurutnya, dalam kurun waktu satu minggu terakhir terjadi penurunan tren GGAPA di Indonesia. Syahril menyampaikam hingga satu minggu terakhir masih tercatat 324 kasus. Terdiri dari 28 kasus dalam perawatan, 194 meninggal (CFR 59 persen), dan sembuh 104 kasus.
"Upaya ini merupakan hasil sejak dikeluarkannya Surat Edaran yang melarang nakes dan apotek untuk memberikan obat cair/sirup pada anak," kata dr. Syahril dalam keterangannya Rabu (9/11/2022).
Baca juga:BPOM Umumkan Dua Perusahaan Farmasi Langgar Ketentuan Pembuatan Obat Sirop
Hal ini menjadi langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah, mengingat hasil pemeriksaan terhadap kasus GGAPA yang dilaporkan di 28 provinsi menunjukkan hasil pemeriksaan yang konsisten. Dan faktor risiko terbesar penyebab GGA adalah toksikasi dari EG dan DEG pada obat cair.
"Sejak tanggal 18 Oktober itu jumlah pasien sudah mulai turun terus, pada bulan November awal tanggal 2 sampai tanggal 6 bahkan tidak ada pasien yang bertambah maupun meninggal," terangnya.
Lebih lanjut, dr. Syahril menyatakan dengan melarang pemakaian obat di Puskesmas, tenaga kesehatan, dan penjualan di apotek serta mendatangkan antidotum. Para pasien yang dirawat mengalami perbaikan yang signifikan, dan banyak yang sembuh.