Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home global news detail berita

Kasus Gagal Ginjal di Indonesia Mengalami Penurunan

hasanah syakim Rabu, 09 November 2022 - 18:32 WIB
Kasus Gagal Ginjal di Indonesia Mengalami Penurunan
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Muhammad Syahril mengatakan pada 6 November 2022 tidak ada penambahan kasus Gangguan Ginjal Akut (GGAPA).

Menurutnya, dalam kurun waktu satu minggu terakhir terjadi penurunan tren GGAPA di Indonesia. Syahril menyampaikam hingga satu minggu terakhir masih tercatat 324 kasus. Terdiri dari 28 kasus dalam perawatan, 194 meninggal (CFR 59 persen), dan sembuh 104 kasus.

"Upaya ini merupakan hasil sejak dikeluarkannya Surat Edaran yang melarang nakes dan apotek untuk memberikan obat cair/sirup pada anak," kata dr. Syahril dalam keterangannya Rabu (9/11/2022).

Baca juga: BPOM Umumkan Dua Perusahaan Farmasi Langgar Ketentuan Pembuatan Obat Sirop

Hal ini menjadi langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah, mengingat hasil pemeriksaan terhadap kasus GGAPA yang dilaporkan di 28 provinsi menunjukkan hasil pemeriksaan yang konsisten. Dan faktor risiko terbesar penyebab GGA adalah toksikasi dari EG dan DEG pada obat cair.

"Sejak tanggal 18 Oktober itu jumlah pasien sudah mulai turun terus, pada bulan November awal tanggal 2 sampai tanggal 6 bahkan tidak ada pasien yang bertambah maupun meninggal," terangnya.

Lebih lanjut, dr. Syahril menyatakan dengan melarang pemakaian obat di Puskesmas, tenaga kesehatan, dan penjualan di apotek serta mendatangkan antidotum. Para pasien yang dirawat mengalami perbaikan yang signifikan, dan banyak yang sembuh.

"Kematian gagal ginjal paling banyak terjadi di usia 1 sampai 5 tahun. Mayoritas kasus berada pada stadium 3 (58 persen)," kata dr. Syahril.

Menurutnya, stadium 3 bisa diobati apabila belum betul-betul menjadi stadium yang sangat berat. Apabila stadium 1 dan 2 kemungkinan besar semuanya bisa diselamatkan.

Baca Juga: BPOM Cabut Izin Edar 69 Obat dari Tiga Industri Farmasi, Ini Daftarnya

Tak hanya itu, Kementerian kesehatan juga terus menekan angka kematian akibat GGAPA. Yaitu dengan memberikan antidotum fomepizole, sebagai bagian dari terapi pengobatan pasien.

Obat antidotum (penawar) fomepizole injeksi sudah ratusan vial didatangkan dari Singapura, Australia, Kanada, dan Jepang (246 vial). Sebanyak 200 vial antidotum fomepizole juga sudah didistribusikan ke 41 rumah sakit di 34 Provinsi di Indonesia.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan