Kisah Talal Yassine, Supir Taksi yang Berhasil Jadi Bos Crescent Wealth
Nursalam
Rabu, 09 November 2022 - 20:24 WIB
Talal Yassine, Managing Director Crescent Wealth. Foto: Istimewa.
Pengusaha Australia keturunan Lebanon, Talal Yassine, mengungkapkan perjalanan hidupnyaseagai imigran di Negeri Kanggurubersama keluarga. Yassine masih berusia 4 tahun saat meninggalkan kampung halamannya, Lebanon.
"Saya tidak mengingat kekacauan apa yang sedang dihadapi negara tersebut. Saya hanya mengingat bagaimana saya tumbuh bersama ibu yang terus menerus berhati-hati akan kehidupan barunya, di negara ini (Australia)," kisah Yassine.
Baca juga: Kisah Ramla Ali dari Pengungsi Somalia, Korban Bullying, hingga Atlet Tinju
Yassine menceritakan kondisi sang ibu yang dipaksa untuk memahami dan menyesuaikan diri pada situasi yang tak pernah dialami sebelumnya. Bahkan, lanjut Yassine, sang ibu harus tetap memberikan stabilitas dan harapan pada keluarganya saat itu.
"Ibu dan ayah saya harus menempuh jarak ribuan kilometer untuk tinggal di kota. Dan pada peristiwa itu, kedua orang tua saya bahkan tidak memiliki kemampuan berbahasa asing, tidak pernah bersekolah dan juga tidak memiliki keuangan yang stabil serta relasi. Namun mereka berhasil melalui semua rintangan tersebut dan dapat mempertahankan maupun membawa budaya Lebanon di negara ini (Australia)," lanjutnya.
Saat memikirkan perjuangan dan pengorbanan kedua orang tuanya, Yassine hanya bisa berharap kekacauan di kampung halamannya tidak akan terjadi lagi. Berikut wawancara Talal Yassine bersama The Fireside Magazine.
Question (Q): Anda memiliki gelar sarjana hukum, dan pada saat itu Anda memutuskan untuk tetap bekerja sebagai supir taksi. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?
"Saya tidak mengingat kekacauan apa yang sedang dihadapi negara tersebut. Saya hanya mengingat bagaimana saya tumbuh bersama ibu yang terus menerus berhati-hati akan kehidupan barunya, di negara ini (Australia)," kisah Yassine.
Baca juga: Kisah Ramla Ali dari Pengungsi Somalia, Korban Bullying, hingga Atlet Tinju
Yassine menceritakan kondisi sang ibu yang dipaksa untuk memahami dan menyesuaikan diri pada situasi yang tak pernah dialami sebelumnya. Bahkan, lanjut Yassine, sang ibu harus tetap memberikan stabilitas dan harapan pada keluarganya saat itu.
"Ibu dan ayah saya harus menempuh jarak ribuan kilometer untuk tinggal di kota. Dan pada peristiwa itu, kedua orang tua saya bahkan tidak memiliki kemampuan berbahasa asing, tidak pernah bersekolah dan juga tidak memiliki keuangan yang stabil serta relasi. Namun mereka berhasil melalui semua rintangan tersebut dan dapat mempertahankan maupun membawa budaya Lebanon di negara ini (Australia)," lanjutnya.
Saat memikirkan perjuangan dan pengorbanan kedua orang tuanya, Yassine hanya bisa berharap kekacauan di kampung halamannya tidak akan terjadi lagi. Berikut wawancara Talal Yassine bersama The Fireside Magazine.
Question (Q): Anda memiliki gelar sarjana hukum, dan pada saat itu Anda memutuskan untuk tetap bekerja sebagai supir taksi. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?