Wamenag Sebut Ruang Digital Pengaruhi Wacana Ideologi Politik
Andi Muhammad
Jum'at, 11 November 2022 - 17:37 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi mengungkapkan bahwa kontestasi, polarisasi, fragmentasi organisasi kegamaan dapat dipicu oleh ruang publik digital. Hal ini juga dapat memfasilitasi gerakan Islamis untuk memproduksi dan mendistribusikan wacana ideologi politik alternatif.
“Ketiadaan saluran kelembagaan formal dan pembatasan akses politik elektoral tidak menghalangi kelompok Islamis untuk menjadi politis dan mempengaruhi masyarakat dan negara." kata Zainut dikutip laman Kemenag, Jumat (11/11/2022).
"Meskipun pemerintah berupaya membatasi struktur peluang politik kelompok-kelompok Islamis, sebagaimana tercermin dalam kebijakan pembubaran HTI dan FPI,” imbuhnya.
Menurut dia, hal tersebut merupakan hak setiap orang untuk memiliki persepsi. Serta juga tidak ada yang bisa menghalangi ataupun membatasi mereka untuk mempengaruhi persepsi dan opini publik di ruang digital.
Baca Juga:Daniel Mananta Sowan ke UAS, Kunjungi Masjid hingga Makan Durian Bareng
“Di arena inilah kemudian kelompok-kelompok Islam arus utama, seperti NU dan Muhammadiyah memainkan peran utama dalam membendung narasi radikal dan anti-sistem,” jelasnya.
“Ketiadaan saluran kelembagaan formal dan pembatasan akses politik elektoral tidak menghalangi kelompok Islamis untuk menjadi politis dan mempengaruhi masyarakat dan negara." kata Zainut dikutip laman Kemenag, Jumat (11/11/2022).
"Meskipun pemerintah berupaya membatasi struktur peluang politik kelompok-kelompok Islamis, sebagaimana tercermin dalam kebijakan pembubaran HTI dan FPI,” imbuhnya.
Menurut dia, hal tersebut merupakan hak setiap orang untuk memiliki persepsi. Serta juga tidak ada yang bisa menghalangi ataupun membatasi mereka untuk mempengaruhi persepsi dan opini publik di ruang digital.
Baca Juga:Daniel Mananta Sowan ke UAS, Kunjungi Masjid hingga Makan Durian Bareng
“Di arena inilah kemudian kelompok-kelompok Islam arus utama, seperti NU dan Muhammadiyah memainkan peran utama dalam membendung narasi radikal dan anti-sistem,” jelasnya.