home edukasi & pesantren

Haruskah Seorang Muslim Bergabung dengan Ormas Islam?

Sabtu, 12 November 2022 - 14:43 WIB
Logo 2 ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah (foto: nu.or.id)
Indonesia tak hanya menjadi negara dengan populasi penduduk muslim terbanyak di dunia. Indonesia juga memiliki banyak organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dengan ragam corak mazhab fikih yang berbeda. Lalu, haruskah seorang muslim bergabung dengan ormas?.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan, ada rambu-rambu yang harus dilihat sebelum mengikuti suatu ormas Islam. Corak suatu ormas Islam kembali kepada sosok yang mendirikan.

“Waktu ormas itu didirikan ada pemikiran-pemikiran yang berhubungan dengan akidah. Maka harus pilih ormas mana yang sesuai dengan akidah yang benar,” kata Buya Yahya di Al Bahjah TV, dikutip Sabtu (11/11/2022).

Baca Juga:Waketum PBNU: Muhammadiyah Kakak Kandung Kami

Menurut Buya Yahya, mengikuti ormas sama halnya dengan berguru. Boleh berguru kepada banyak guru. Tapi harus hati-hati, karena syarat berguru harus patuh. Maka itu, hal utama yang harus diperhatikan adalah akidah guru tersebut, benar atau tidak.

“Banyak sumber, tapi tidak semua sumber dengan air bersih. Ada sumber beracun dengan membawa akidah yang sesat. Makanya, manhaj yang menyelamatkan adalah manhaj talaqqi. Talaqqi itu dari guru yang jelas, biarpun orang kampung, tapi sanad ilmunya jelas, dari guru sampai baginda Nabi Muhammad SAW,” ucap Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan, setidaknya ada lima rambu-rambu yang harus diperhatikan sebelum mengikuti guru ataupun organisasi. Hal utama tentu melihat akidah dan sanad keilmuan guru tersebut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
buya yahya ormas islam ustadz adi hidayat mazhab
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya