Khazanah Islam di Nusantara
Mengenal Kitab Karya Ulama Nusantara yang Jadi Rujukan Internasional
Muhajirin
Rabu, 16 November 2022 - 22:00 WIB
Ilustrasi kitab (foto: kibrispdr.org)
Pakar Naskah ulama Nusantara, Dr Ahmad Ginanjar Sya’ban, mengatakan, Ulama di Nusantara memiliki warisan api peradaban Islam yang berasal dari para ulama-ulama besar. Karya-karya para ulama Nusantara bahkan masih diajarkan di universitas Islam ternama dunia seperti Al-Azhar Mesir sampai sekarang.
“Para ulama melalui karya tulisan tidak hanya memberikan manfaat santri di Nusantara saja, tapi juga telah terbukti memberikan manfaat bagi peradaban keilmuan Islam secara internasional,” kata Ginanjar dalam webinar Pentingnya Menjaga Manuskrip Ulama Nusantara di Media Al Burhan, dikutip Rabu (16/11/2022).
Pada abad ke-19, ulama-ulama Nusantara sudah menelurkan banyak kitab-kitab dalam berbagai bidang keilmuan, terutama ilmu Islam. Di antaranya:
1. Syekh Abdul Haqq Al-Bantani
Ginanjar menyebut, Syekh Abdul-Haqq ibn al-Mannan al-Jawi (w. 1324H/1906 M) merupakan murid sekaligus cucu Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi. Dia mengarang satu kitab yang menjadi rujukan penting dalam bidang sintaksis Arab (ilmu Sharaf). Kitab itu berjudul Hasyiah Tadrij al-Adani ila Qira’ah Syarh al-Sa’ad al-Taftazani ‘ala Tashrif al-Zanjani.
Tadrij al-Amani merupakan hasyiah (catatan-komentar Panjang) atas syarh (penjelasan) all-Taftazani (w792 H/1390 M) atas matn (teks) al-Zanjani (w. 665 H). Ketiganya, baik matn, syarh, atau hasyiah, sama-sama terhitung sebagai kitab terpenting dalam bidang ilmu sharaf.
“Para ulama melalui karya tulisan tidak hanya memberikan manfaat santri di Nusantara saja, tapi juga telah terbukti memberikan manfaat bagi peradaban keilmuan Islam secara internasional,” kata Ginanjar dalam webinar Pentingnya Menjaga Manuskrip Ulama Nusantara di Media Al Burhan, dikutip Rabu (16/11/2022).
Pada abad ke-19, ulama-ulama Nusantara sudah menelurkan banyak kitab-kitab dalam berbagai bidang keilmuan, terutama ilmu Islam. Di antaranya:
1. Syekh Abdul Haqq Al-Bantani
Ginanjar menyebut, Syekh Abdul-Haqq ibn al-Mannan al-Jawi (w. 1324H/1906 M) merupakan murid sekaligus cucu Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi. Dia mengarang satu kitab yang menjadi rujukan penting dalam bidang sintaksis Arab (ilmu Sharaf). Kitab itu berjudul Hasyiah Tadrij al-Adani ila Qira’ah Syarh al-Sa’ad al-Taftazani ‘ala Tashrif al-Zanjani.
Tadrij al-Amani merupakan hasyiah (catatan-komentar Panjang) atas syarh (penjelasan) all-Taftazani (w792 H/1390 M) atas matn (teks) al-Zanjani (w. 665 H). Ketiganya, baik matn, syarh, atau hasyiah, sama-sama terhitung sebagai kitab terpenting dalam bidang ilmu sharaf.