Ekonomi Syariah Jadi Tanda Al Quran Relevan Sepanjang Masa
Mahmuda attar hussein
Kamis, 17 November 2022 - 16:50 WIB
Mushaf Al Quran. (Foto: Istimewa).
Perkembangan politik dan ekonomi syariah di Tanah Air menunjukkan bahwa kitab suci umat Islam, Al-Quran, tetap relevan sampai sekarang, bahkan sepanjang masa.
Hal itu dibahas dalam disertasi Rektor IAI Tazkia, Murniati Mukhlisin. Dengan judul "Politik Ekonomi Syariah dalam Perspektif Al-Qur’an (Analisis Sektor Industri Halal di Indonesia)".
Madam Ani, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa isyarat Al-Quran dibahas ke dalam fase perkembangan politik dan ekonomi syariah dan fase praktik dalam sektor industri halal.
"Tahapan pembahasan isyarat Al-Qur'an itu menunjukan bahwa Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagi manusia tetap relevan dalam masa manapun (Al-Qur'an shalih li kulli zaman wa makan)," kata dia kepada Langit7, Rabu (16/11/2022).
Baca Juga:Ma'ruf Amin Ungkap Empat Strategi Transformasi Ekonomi Syariah
Apalagi sejarah perkembangan Islam meliputi politik, sosial, ekonomi, militer, dan budaya dalam peradabannya. Itulah alasan Al-Qur'an tetap menjadi pedoman, khususnya bagi kaum muslimin selama 7 abad Masehi.
Namun secara praktik, lanjut dia, perubahan sikap manusia terhadap politik, ekonomi menciptakan sebuah interupsi. Termasuk adanya pengaruh sekuler.
Hal itu dibahas dalam disertasi Rektor IAI Tazkia, Murniati Mukhlisin. Dengan judul "Politik Ekonomi Syariah dalam Perspektif Al-Qur’an (Analisis Sektor Industri Halal di Indonesia)".
Madam Ani, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa isyarat Al-Quran dibahas ke dalam fase perkembangan politik dan ekonomi syariah dan fase praktik dalam sektor industri halal.
"Tahapan pembahasan isyarat Al-Qur'an itu menunjukan bahwa Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagi manusia tetap relevan dalam masa manapun (Al-Qur'an shalih li kulli zaman wa makan)," kata dia kepada Langit7, Rabu (16/11/2022).
Baca Juga:Ma'ruf Amin Ungkap Empat Strategi Transformasi Ekonomi Syariah
Apalagi sejarah perkembangan Islam meliputi politik, sosial, ekonomi, militer, dan budaya dalam peradabannya. Itulah alasan Al-Qur'an tetap menjadi pedoman, khususnya bagi kaum muslimin selama 7 abad Masehi.
Namun secara praktik, lanjut dia, perubahan sikap manusia terhadap politik, ekonomi menciptakan sebuah interupsi. Termasuk adanya pengaruh sekuler.