Pesan Ustadz Adi Hidayat untuk Orangtua: Tak Ada Anak yang Nakal
Mahmuda attar hussein
Kamis, 17 November 2022 - 17:00 WIB
Ilustrasi anak-anak ikut salat berjamaah. (Foto: Pixabay).
Pendakwah Ustadz Adi Hidayat berpesan bahwa orangtua harus sabar dalam mendidik anak-anaknya. Sebab hakikatnya tidak ada anak yang memiliki sifat nakal.
Menurut dia, respons orangtua dalam menanggapi perilaku anak yang masih suka bermain sangat penting. Bahkan, bisa mempengaruhi karakter anak di kemudian hari.
"Seringkali orangtua cepat memarahi anaknya ketika mereka bermain di rumah. Padahal ucapan seorang ibu bisa menjadi doa mujarab pada anaknya," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Kamis (17/11/2022).
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini mengingatkan, agar orangtua, khususnya ibu tidak mengeluarkan kata-kata buruk pada anaknya. Sebaliknya, ibu mesti mengalihkan perkataan itu menjadi doa yang baik untuk anaknya.
Baca Juga: 7 Cara Ajarkan Anak untuk Salat, Bangun Kesenangan dalam Ibadah
"Barang-barang yang rusak di rumah karena dimainkan anak-anak masih bisa diganti. Tapi masa depan anak merupakan hal yang lebih penting dan tak bisa diganti," katanya.
Adapun doa yang dipanjatkan itu sebisa mungkin menggunakan bahasa yang menyentuh. Terlebih, Allah adalah Dzat yang maha Perasa.
Menurut dia, respons orangtua dalam menanggapi perilaku anak yang masih suka bermain sangat penting. Bahkan, bisa mempengaruhi karakter anak di kemudian hari.
"Seringkali orangtua cepat memarahi anaknya ketika mereka bermain di rumah. Padahal ucapan seorang ibu bisa menjadi doa mujarab pada anaknya," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Kamis (17/11/2022).
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini mengingatkan, agar orangtua, khususnya ibu tidak mengeluarkan kata-kata buruk pada anaknya. Sebaliknya, ibu mesti mengalihkan perkataan itu menjadi doa yang baik untuk anaknya.
Baca Juga: 7 Cara Ajarkan Anak untuk Salat, Bangun Kesenangan dalam Ibadah
"Barang-barang yang rusak di rumah karena dimainkan anak-anak masih bisa diganti. Tapi masa depan anak merupakan hal yang lebih penting dan tak bisa diganti," katanya.
Adapun doa yang dipanjatkan itu sebisa mungkin menggunakan bahasa yang menyentuh. Terlebih, Allah adalah Dzat yang maha Perasa.