Muncul Subvarian Omicron BN.1, Diklaim Lebih Menular
Ummu hani
Kamis, 17 November 2022 - 19:45 WIB
Ilustrasi varian Omicron. (Foto: Langit7.id/iStock)
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) melacak munculnya varian Covid-19 baru yang dikenal sebagai BN.1. Subvarian Omicron ini disebut lebih menular dibanding varian lainnya.
Menurut angka yang diterbitkan oleh CDC, subvarian omicron baru ini sekarang menyebar ke seluruh negeri pada musim gugur ini. Sekitar 4,3 persen kasus Covid-19 baru secara nasional di AS terkait dengan varian BN.1.
Seorang pejabat CDC mengatakan, penyebaran BN.1 diperkirakan akan berlipat ganda setiap dua minggu di seluruh negeri. "Ketidakpastian dalam waktu penggandaan itu sedikit lebih tinggi karena jumlah urutan absolut dan proporsinya rendah. Sehingga memiliki interval kepercayaan yang jauh lebih besar," kata Natalie Thornburg dikutip dari CBS, Kamis (17/11/2022).
Baca Juga:Pembatasan Jumlah Penonton Konser Musik di Jakarta Karena Covid-19 Meningkat
Para peneliti mencatat subvarian Omicron BN.1 menginfeksi 100 orang di Amerika Serikat. Kini, kasus BN.1 mengalami peningkatan yang sangat pesat di negara tersebut. Para peneliti menduga subvarian baru ini sangat menular dibandingkan subvarian atau varian Covid-19 lainnya.
Para ilmuwan juga telah menandai subvarian tersebut kemungkinan memiliki sifat lolos-kekebalan yang tinggi. BN.1 juga memiliki potensi untuk bersaing dengan varian atau subvarian lainnya.
"Jika sedang meningkat di tempat lain, itu berarti memiliki keunggulan yang dapat meningkatkan risiko mendorong lebih banyak jumlah kasus serta kemampuan untuk menghindari perlindungan kekebalan yang mungkin kita miliki," ujar Ahli virologi Universitas Otago Dr Jemma Geoghegan.
Menurut angka yang diterbitkan oleh CDC, subvarian omicron baru ini sekarang menyebar ke seluruh negeri pada musim gugur ini. Sekitar 4,3 persen kasus Covid-19 baru secara nasional di AS terkait dengan varian BN.1.
Seorang pejabat CDC mengatakan, penyebaran BN.1 diperkirakan akan berlipat ganda setiap dua minggu di seluruh negeri. "Ketidakpastian dalam waktu penggandaan itu sedikit lebih tinggi karena jumlah urutan absolut dan proporsinya rendah. Sehingga memiliki interval kepercayaan yang jauh lebih besar," kata Natalie Thornburg dikutip dari CBS, Kamis (17/11/2022).
Baca Juga:Pembatasan Jumlah Penonton Konser Musik di Jakarta Karena Covid-19 Meningkat
Para peneliti mencatat subvarian Omicron BN.1 menginfeksi 100 orang di Amerika Serikat. Kini, kasus BN.1 mengalami peningkatan yang sangat pesat di negara tersebut. Para peneliti menduga subvarian baru ini sangat menular dibandingkan subvarian atau varian Covid-19 lainnya.
Para ilmuwan juga telah menandai subvarian tersebut kemungkinan memiliki sifat lolos-kekebalan yang tinggi. BN.1 juga memiliki potensi untuk bersaing dengan varian atau subvarian lainnya.
"Jika sedang meningkat di tempat lain, itu berarti memiliki keunggulan yang dapat meningkatkan risiko mendorong lebih banyak jumlah kasus serta kemampuan untuk menghindari perlindungan kekebalan yang mungkin kita miliki," ujar Ahli virologi Universitas Otago Dr Jemma Geoghegan.