home global news

Peretasan Akun hingga Budaya Asing Jadi Tantangan Dakwah Digital

Kamis, 19 Agustus 2021 - 17:19 WIB
Ilustrasi peretasan sistem internet. Foto: Langit7.id/iStock
Dakwah di era digital dapat menebarkan pengaruh positif kepada masyarakat serta mengembangkan nilai-nilai Islam. Pada sisi lain penyebaran Islam di era digital juga menghadapi tantangan yang kompleks.

Ancaman peretasan akun digital tokoh agama, hoaks, ujaran kebencian, hingga pencurian data pribadi merupakan beberapa tantangan sekaligus isu terkini yang harus direspons para dai digital. Mereka harus memutar otakdalam menggali khazanah Islam, kemajuan ilmu pengetahuan, sekaligus meredam kejahatan cyber.

Baca Juga:Ini Alasan Ummat Islam Perlu Beralih ke Asuransi Syariah

"Tantangannya memang relatif berat tapi kalau bersama-sama kita hadapi Insyaallah akan lebih ringan," ujar Bidang Ahli ICT Kopertais II Jawa Barat dan Kepala Divisi e-Learning, Cecep Nurul Alam dalam Webinar Daarut Tauhid Virtual bertajuk Dakwah di Era Digital, Kamis (19/8/2021).

Dai-dai digital saat ini dituntut untuk mampu menghadapi serbuan budaya asing melalui food, fashion, dan fun. Caranya, kata dia, tanpa harus menolak dan terbawa arus, para dai digital bisa memanfaatkan food, fashion, dan fun menjadi pintu masuk kepada target dakwah.

"Kuliner Islami, baju-baju muslim, kemudian fun ini banyak juga dai-dai yang menarik. Sebagai contoh Aa Gym, Ustadz Abdul Somad dan banyak yang lain yang membawakan dakwah dengan fun, enggak tegang," ujarnya.

Baca Juga:Ini Nasihat Ustaz Abdul Somad Soal Persatuan Umat di Tengah Perbedaan
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
dakwah digital dakwah dakwah di medsos cecep nurul alam uas
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya