LANGIT7.ID, Jakarta - Dakwah di era digital dapat menebarkan pengaruh positif kepada masyarakat serta mengembangkan nilai-nilai
Islam. Pada sisi lain penyebaran Islam di era digital juga menghadapi tantangan yang kompleks.
Ancaman peretasan akun digital tokoh agama,
hoaks, ujaran kebencian, hingga pencurian data pribadi merupakan beberapa tantangan sekaligus isu terkini yang harus direspons para dai digital. Mereka harus memutar otak dalam menggali khazanah Islam, kemajuan ilmu pengetahuan, sekaligus meredam kejahatan
cyber.
Baca Juga: Ini Alasan Ummat Islam Perlu Beralih ke Asuransi Syariah"Tantangannya memang relatif berat tapi kalau bersama-sama kita hadapi Insyaallah akan lebih ringan," ujar Bidang Ahli ICT Kopertais II Jawa Barat dan Kepala Divisi e-Learning, Cecep Nurul Alam dalam Webinar Daarut Tauhid Virtual bertajuk Dakwah di Era Digital, Kamis (19/8/2021).
Dai-dai digital saat ini dituntut untuk mampu menghadapi serbuan budaya asing melalui
food,
fashion, dan
fun. Caranya, kata dia, tanpa harus menolak dan terbawa arus, para dai digital bisa memanfaatkan
food,
fashion, dan
fun menjadi pintu masuk kepada target dakwah.
"Kuliner Islami, baju-baju muslim, kemudian
fun ini banyak juga dai-dai yang menarik. Sebagai contoh Aa Gym,
Ustadz Abdul Somad dan banyak yang lain yang membawakan dakwah dengan
fun, enggak tegang," ujarnya.
Baca Juga: Ini Nasihat Ustaz Abdul Somad Soal Persatuan Umat di Tengah PerbedaanDia menguraikan ada beberapa metode dakwah digital yang bisa diterapkan. Merujuk pada konsep dakwah
bil kitabah (dengan tulisan),
bil lisan (dengan tuturan),
dan bil hal (dengan perbuatan).
Misalnya bil kitabah yang secara konvensional lewat surat kabar, buku, spanduk, pamfelt kini bisa dilakukan dengan membuat website, blog, atau meme-meme Islami. Kemudian bisa juga dengan membuat podcast, seminar virtual, hingga nge-vlog.
"
Talent atau pendakwahnya nge-vlog tentang kehidupannya misal
review objek tertentu, makanan atau daerah yang bagus atau me-
review tempat ziarah, ujarnya.
Baca Juga:
Sejarah Masjid Luar Batang dan Mitos Jenazah Habib Keramat Hilang
Tersedia Rp600 Triliun, Peluang UMKM untuk Pengadaan Barang dan Jasa Terbuka Lebar(asf)