Ekonomi Syariah Solusi Alternatif Hadapi Krisis
Muhajirin
Sabtu, 19 November 2022 - 14:30 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Pakar Ekonomi sekaligus Rektor Universitas Widya Mataram, Prof Edy Suandi Hamid, menilai ekonomi syariah atau ekonomi Islam menjadi salah satu tawaran alternatif dalam menghadapi krisis.
Dia mencontohkan saat terjadi krisis ekonomi 1998 dan pandemi Covid-19, lembaga-lembaga keuangan syariah di Indonesia justru bertahan. Terutama sektor perbankan syariah yang relatif tumbuh lebih baik daripada konvesional.
Baca juga: Ekonomi Syariah Jadi Tanda Al Quran Relevan Sepanjang Masa
“Ini mungkin merupakan satu sinyal, bahwasanya ekonomi Islam bisa bertahan pada segala situasi,” kata Edy webinar Ekonomi Islam di Akademi Hikmah Channel, dikutip Sabtu (19/11/2022).
Akan tetapi, Edy mencatat, mayoritas umat Islam belum menyadari keuntungan menerapkan sistem ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari. Ekonomi syariah memang terus mengalami perkembangan secara teoritik, namun implementasi di lapangan masih menemui banyak kendala.
Di sisi lain, banyak pula umat Islam yang tidak memahami definisi ekonomi syariah. Edy menyebut 20 persen penduduk dunia beragama Islam, namun angka itu hanya menghasilkan atau memproduksi 6,6 persen PDB dunia. Artinya, masih banyak orang Islam yang miskin.
“Jadi, ada ironi. Seharusnya, kalau ekonomi Islam sudah diterapkan, yang ini betul-betul di atas rata-rata kemakmurannya, bukan malah di bawah rata-rata,” kata Edy.
Dia mencontohkan saat terjadi krisis ekonomi 1998 dan pandemi Covid-19, lembaga-lembaga keuangan syariah di Indonesia justru bertahan. Terutama sektor perbankan syariah yang relatif tumbuh lebih baik daripada konvesional.
Baca juga: Ekonomi Syariah Jadi Tanda Al Quran Relevan Sepanjang Masa
“Ini mungkin merupakan satu sinyal, bahwasanya ekonomi Islam bisa bertahan pada segala situasi,” kata Edy webinar Ekonomi Islam di Akademi Hikmah Channel, dikutip Sabtu (19/11/2022).
Akan tetapi, Edy mencatat, mayoritas umat Islam belum menyadari keuntungan menerapkan sistem ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari. Ekonomi syariah memang terus mengalami perkembangan secara teoritik, namun implementasi di lapangan masih menemui banyak kendala.
Di sisi lain, banyak pula umat Islam yang tidak memahami definisi ekonomi syariah. Edy menyebut 20 persen penduduk dunia beragama Islam, namun angka itu hanya menghasilkan atau memproduksi 6,6 persen PDB dunia. Artinya, masih banyak orang Islam yang miskin.
“Jadi, ada ironi. Seharusnya, kalau ekonomi Islam sudah diterapkan, yang ini betul-betul di atas rata-rata kemakmurannya, bukan malah di bawah rata-rata,” kata Edy.