Pertanian Kota Berbasis Keluarga: Alternatif Perkuat Ketahanan Pangan
Muhajirin
Sabtu, 19 November 2022 - 16:00 WIB
Ilustrasi urban farming. Foto: LANGIT7/iStock
Guru besar Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Indah Prihartini, menilai sumber pangan tidak hanya dari pola konvensional yang membutuhkan lahan luas. Namun juga adaptif dengan kehidupan masyarakat perkotaan atau yang disebut urban farming.
Pertanian urban didefinisikan sebagai konsep memindahkan pertanian konvensional ke perkotaan. Faktor yang membedakan terletak pada pelaku dan media tanamnya. Pertanian urban ini berkembang sebagai respon masalah yang berkaitan dengan kehidupan perkotaan, seperti berkurangnya lahan pertanian karena pembangunan.
Baca juga: Inovasi Seniman Saudi, Sulap Usaha Pertanian Jadi Bisnis Kriya
“Pertanian perkotaan lahannya sempit, sehingga harus memanfaatkan bagaimana degan lahan sempit, tetap bisa memproduksi tanaman pangan,” kata Prof Indah dalam webinar urban farming yang digelar Akademi Hikmah Channel, dikutip Sabtu (19/11/2022).
Indah menjelaskan ciri khas pertanian perkotaan yang membedakan dengan pertanian pedesaan (pertanian lahan luas). Kriteria tanaman pertanian perkotaan biasanya mudah ditanam, berumur pendek, dan mudah dibudidaya.
Kemudian, pertanian perkotaan umumnya memanfaatkan sumber daya yang ada dan terbatas. Indah mencontohkan halaman pekarangan ataupun pertanian dengan teknik hidroponik.
“Biasanya yang dipilih tanaman-tanaman hortikultura baik sayur-sayuran berdaun atau sayuran berbuah. Itu yang biasa disebut urban farming (tanaman perkotaan),” ujar Indah.
Pertanian urban didefinisikan sebagai konsep memindahkan pertanian konvensional ke perkotaan. Faktor yang membedakan terletak pada pelaku dan media tanamnya. Pertanian urban ini berkembang sebagai respon masalah yang berkaitan dengan kehidupan perkotaan, seperti berkurangnya lahan pertanian karena pembangunan.
Baca juga: Inovasi Seniman Saudi, Sulap Usaha Pertanian Jadi Bisnis Kriya
“Pertanian perkotaan lahannya sempit, sehingga harus memanfaatkan bagaimana degan lahan sempit, tetap bisa memproduksi tanaman pangan,” kata Prof Indah dalam webinar urban farming yang digelar Akademi Hikmah Channel, dikutip Sabtu (19/11/2022).
Indah menjelaskan ciri khas pertanian perkotaan yang membedakan dengan pertanian pedesaan (pertanian lahan luas). Kriteria tanaman pertanian perkotaan biasanya mudah ditanam, berumur pendek, dan mudah dibudidaya.
Kemudian, pertanian perkotaan umumnya memanfaatkan sumber daya yang ada dan terbatas. Indah mencontohkan halaman pekarangan ataupun pertanian dengan teknik hidroponik.
“Biasanya yang dipilih tanaman-tanaman hortikultura baik sayur-sayuran berdaun atau sayuran berbuah. Itu yang biasa disebut urban farming (tanaman perkotaan),” ujar Indah.