Buya Yahya: Jadikan Segala Aktivitas Bernilai Ibadah
Hasanah syakim
Rabu, 23 November 2022 - 07:30 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menyampaikan pesan agar umat Islam menjadikan segala aktivitas bernilai ibadah. Hal itu sebagaimana Nabi Muhammad Saw isyaratkan dengan jelas, banyaknya amal dunia akan tetapi nilainya akhirat.
"Begitu sebaliknya ada orang seolah-olah dia berbuat seperti amal akhirat, tetapi ternyata tidak ada nilainya di hadapan Allah Ta'ala. Kita membahas bagaimana amal dunia tetapi dipandang Allah Ta'ala sebagai amal akhirat," kata Buya Yahya dalam tayangan YouTube Al Bahjah TV, dikutip Rabu (23/11/2022).
Menurut dia, hal pertama yang harus dipahami adalah menyadari bahwa tujuan semua manusia, yaitu dari Allah ta'ala dan akan kembali kepada Allah Ta'ala. Sebab, semua umat manusia akan meninggalkan kekayaan.
Baca Juga:Buah Sikap Husnuzan dalam Hidup, Ketenangan dan Akhlak Mulia
"Bagaimana menjadi orang cerdas dan menuju ke tempat yang hakiki, yaitu ridha Allah Ta'ala, surga kemuliaan. Di surga itulah kita memetik buah dari apa yang kita lakukan saat ini, jika menanamkan sesuatu yang tidak baik kita akan petik siksa dan hukuman dari Allah Ta'ala," ujarnya.
Lebih lanjut, Buya Yahya mengatakan jika umat manusia menanamkan kebaikan, maka umat tersebut akan mendapatkan buah di akhirat serta dilipatgandakan oleh Allah Ta'ala. Dia menjelaskan, bercocok tanam bukan berarti hanya sujud dan rukuk dalam salat.
"Tidak akan lebih bahwa semua aktivitas kita ini jika dibandingkan oleh Allah Ta'ala sebagai aktivitas yang baik, kemudian tujuannya adalah untuk Allah. Maka akan dipandang sebagai amal akhirat meski terlihat sebagai amal dunia," ujarnya.
"Begitu sebaliknya ada orang seolah-olah dia berbuat seperti amal akhirat, tetapi ternyata tidak ada nilainya di hadapan Allah Ta'ala. Kita membahas bagaimana amal dunia tetapi dipandang Allah Ta'ala sebagai amal akhirat," kata Buya Yahya dalam tayangan YouTube Al Bahjah TV, dikutip Rabu (23/11/2022).
Menurut dia, hal pertama yang harus dipahami adalah menyadari bahwa tujuan semua manusia, yaitu dari Allah ta'ala dan akan kembali kepada Allah Ta'ala. Sebab, semua umat manusia akan meninggalkan kekayaan.
Baca Juga:Buah Sikap Husnuzan dalam Hidup, Ketenangan dan Akhlak Mulia
"Bagaimana menjadi orang cerdas dan menuju ke tempat yang hakiki, yaitu ridha Allah Ta'ala, surga kemuliaan. Di surga itulah kita memetik buah dari apa yang kita lakukan saat ini, jika menanamkan sesuatu yang tidak baik kita akan petik siksa dan hukuman dari Allah Ta'ala," ujarnya.
Lebih lanjut, Buya Yahya mengatakan jika umat manusia menanamkan kebaikan, maka umat tersebut akan mendapatkan buah di akhirat serta dilipatgandakan oleh Allah Ta'ala. Dia menjelaskan, bercocok tanam bukan berarti hanya sujud dan rukuk dalam salat.
"Tidak akan lebih bahwa semua aktivitas kita ini jika dibandingkan oleh Allah Ta'ala sebagai aktivitas yang baik, kemudian tujuannya adalah untuk Allah. Maka akan dipandang sebagai amal akhirat meski terlihat sebagai amal dunia," ujarnya.