Rutin Puasa Sunnah, Cara Wanita Kendalikan Emosi dalam Islam
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 23 November 2022 - 18:29 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Dibanding dengan pria, wanita merupakan pribadi yang lebih mengutamakan perasaan. Karakter yang melekat pada diri seorang perempuan umumnya sensitif danemosional.
Pendakwah dan Guru SDIT Mutiara Insani, Ustazah Siti Sumarni mengatakan sifat tersebut harus diwaspadai agar tidak melemahkan seorang wanita. Salah satu kunci mewaspadainya adalah dengan meningkatkan ibadah.
Baca juga: UAH: Puasa Sunnah Dapat Merangkul Amalan Ibadah Lain
Ustazah Siti mengatakan, dalam kondisi haid atau menstruasi, terkadang membuat perempuan mengalami sakit, lelah, lemas, dan lainnya. Kondisi ini dinilai sebagai jihadnya seorang wanita. Namun, dengan catatan, hal ini berlaku bila perempuan mampu melewatinya dengan baik.
Karenanya, lanjut Ustazah Siti, saat sifat sensifitif kala haid muncul, maka jangan mengurangi ibadah kepada Allah SWT. Kecuali hal-hal yang tidak dianjurkan dilakukan saat datang bulan.
"Artinya untuk mengatasi sifat sensitif kuncinya ya tingkatkan ibadah kita. Islam memerintahkan ibadah itu untuk kemanfaatan dan kepentingan kita dan salah satunya adanya puasa sunnah," ujar Ustadzah Siti dalam kajian bertajuk Wanita Sebagai Perhiasan Dunia, Rabu (23/11/2022)
Ustazah Siti mengatakan puasa sunnah mampu untuk menstabilkan dan mengendalikan emosi. Dia pun membagikan sebuah pengalaman seorang yang mudah tersinggung namun perlahan berubah karena rutin menjalani puasa sunnah.
Pendakwah dan Guru SDIT Mutiara Insani, Ustazah Siti Sumarni mengatakan sifat tersebut harus diwaspadai agar tidak melemahkan seorang wanita. Salah satu kunci mewaspadainya adalah dengan meningkatkan ibadah.
Baca juga: UAH: Puasa Sunnah Dapat Merangkul Amalan Ibadah Lain
Ustazah Siti mengatakan, dalam kondisi haid atau menstruasi, terkadang membuat perempuan mengalami sakit, lelah, lemas, dan lainnya. Kondisi ini dinilai sebagai jihadnya seorang wanita. Namun, dengan catatan, hal ini berlaku bila perempuan mampu melewatinya dengan baik.
Karenanya, lanjut Ustazah Siti, saat sifat sensifitif kala haid muncul, maka jangan mengurangi ibadah kepada Allah SWT. Kecuali hal-hal yang tidak dianjurkan dilakukan saat datang bulan.
"Artinya untuk mengatasi sifat sensitif kuncinya ya tingkatkan ibadah kita. Islam memerintahkan ibadah itu untuk kemanfaatan dan kepentingan kita dan salah satunya adanya puasa sunnah," ujar Ustadzah Siti dalam kajian bertajuk Wanita Sebagai Perhiasan Dunia, Rabu (23/11/2022)
Ustazah Siti mengatakan puasa sunnah mampu untuk menstabilkan dan mengendalikan emosi. Dia pun membagikan sebuah pengalaman seorang yang mudah tersinggung namun perlahan berubah karena rutin menjalani puasa sunnah.