LANGIT7.ID - , Jakarta - Dibanding dengan pria,
wanita merupakan pribadi yang lebih mengutamakan perasaan. Karakter yang melekat pada diri seorang perempuan umumnya sensitif dan
emosional.
Pendakwah dan Guru SDIT Mutiara Insani, Ustazah Siti Sumarni mengatakan sifat tersebut harus diwaspadai agar tidak melemahkan seorang wanita. Salah satu kunci mewaspadainya adalah dengan meningkatkan ibadah.
Baca juga: UAH: Puasa Sunnah Dapat Merangkul Amalan Ibadah LainUstazah Siti mengatakan, dalam kondisi haid atau menstruasi, terkadang membuat perempuan mengalami sakit, lelah, lemas, dan lainnya. Kondisi ini dinilai sebagai jihadnya seorang wanita. Namun, dengan catatan, hal ini berlaku bila perempuan mampu melewatinya dengan baik.
Karenanya, lanjut Ustazah Siti, saat sifat sensifitif kala haid muncul, maka jangan mengurangi ibadah kepada Allah SWT. Kecuali hal-hal yang tidak dianjurkan dilakukan saat datang bulan.
"Artinya untuk mengatasi sifat sensitif kuncinya ya tingkatkan ibadah kita. Islam memerintahkan ibadah itu untuk kemanfaatan dan kepentingan kita dan salah satunya adanya
puasa sunnah," ujar Ustadzah Siti dalam kajian bertajuk Wanita Sebagai Perhiasan Dunia, Rabu (23/11/2022)
Ustazah Siti mengatakan puasa sunnah mampu untuk menstabilkan dan mengendalikan emosi. Dia pun membagikan sebuah pengalaman seorang yang mudah tersinggung namun perlahan berubah karena rutin menjalani puasa sunnah.
Baca juga: Bagaimana Hukum Menggandeng Niat Puasa Syawal dengan Puasa Sunnah Lain?"Ada sebuah pengalaman orang ini sangat sensitif dan mudah sekali tersinggung tetapi dengan beliau melakukan puasa sunnah. Alhamdulillah beliau cerita kalau dulu sedikit-sedikit tersinggung tapi ternyata dengan mendawamkan dan berlatih rutin dengan puasa, alhamdulillah sifat itu hilang," katanya.
"Jadi sudah jelas bahwa ibadah itu bisa membuat kita jadi lebih baik. Apapun itu karena sudah dirancang oleh Allah untuk kesehatan fisik, psikis, dan spiritual kita," lanjut Ustazah Siti.
Saat ada orang yang sensitif atau emosional, lanjut Ustazah Siti, maka harus dikaji kembali akan kedekatannya dengan Allah SWT.
"Apakah hubungannya dengan Allah itu baik seperti kewajiban utamanya terjaga dan lainnya. Kalau sudah terjaga alhamdulillah. Lalu beralih ke kemaksiatan yang lainnya, apa yang biasa kita lakukan karena biasanya berbanding lurus. Semakin kita banyak maksiat akan semakin mudah melakukan kemaksiatan yang lain, seperti lingkaran setan," tuturnya.
Sebaliknya, bila kerap berbuat baik maka akan menarik kebaikan-kebaikan lain. Karena itu, pesan Ustazah Siti, perbanyak perbuatan taat dan baik.
Baca juga: RM Sate Bang Tekun, Sediakan Makan Gratis untuk Berbuka Puasa Sunnah"Mudah-mudahan itu bisa menyehatkan psikis kita," cetus Ustazah Siti.
(est)