LANGIT7.ID, Jakarta - Selain shaum (puasa) wajib di bulan Ramadhan, ada pula puasa Sunnah yang bisa dilakukan seperti puasa Senin-Kamis, Arafah, Tasua, Asyura dan masih banyak shaum sunnah lainnya.
Salah satu hikmah dari menjalankan puasa sunnah yakni melatih kesabaran serta menumbuhkan rasa empati terhadap orang yang kelaparan. Berpuasa juga baik untuk kesehatan.
Ada pula sebuah hadis menyebutkan tentang puasa Senin-Kamis, "Nabi SAW bersabda: 'Sesungguhnya amal manusia itu dilaporkan setiap hari Senin dan Kamis." Aku suka saat amalku diperlihatkan, Aku sedang dalam keadaan berpuasa." (HR Abu Daud dan An-Nasai).
Baca Juga: Hikmah Gaya Hidup Sehat, Cegah Komplikasi Diabetes MelitusPendiri Quantum Akhyar Institute, Ustaz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan, puasa ketika dikerjakan dalam ilmu fikih itu dapat merangkul amalan-amalan yang lain.
"Bapak ibu bila tidak puasa, tidak salat sunnah tertinggal salat fardhu perasaan biasa-biasa. Tapi kalau anda sedang puasa, jangankan salat fardhu ketinggalan salat sunnah itu hati gelisah," ujarnya dikutip Akhyar TV, Senin (12/9/2022).
Berikut puasa sunnah yang dapat di amalkan oleh sahabat Langit7:
1. Puasa Senin-KamisSesuai dengan namanya, amalan sunnah ini hanya dilaksanakan ketika hari Senin dan Kamis. Puasa sunnah ini dapat dijadikan sebagai penyempurna pahala ibadah wajib lainnya, hal ini seperti apa yang di sabdakan Rasulullah SAW:
"Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaika,t karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa." (HR Tirmidzi).
2. Puasa AsyuraPuasa Asyura adalah jenis puasa sunah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Ibadah sunnah merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW. Apabila kita melaksanakan, maka akan mendapatkan pahala yang begitu besar.
Puasa Asyura merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW setelah puasa wajib di bulan Ramadhan. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR Muslim).
Puasa Asyura sendiri dapat menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat. Hal tersebut tertuang dalam hadis berikut:
"Diriwayatkan dari Abu Qatadah radiallahu anhu, sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat," (HR Muslim).
3. Puasa ArafahHukum puasa Arafah adalah sunnah muakkad atau mendekati wajib. Puasa Arafah dilaksanakan pada hari ke-9 bulan Zulhijjah atau bertepatan dengan pelaksanaan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.
Puasa Arafah memiliki sejumlah keutamaan. Salah satunya adalah menghapus dosa selama dua tahun yang lalu dan akan datang. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).
Baca Juga: 2 Hal Ini Jadi Syarat Amal Ibadah Diterima Allah SWT(zhd)