Legislator Minta Pemerintah Waspadai Maraknya Kampanye LGBT
Elvin andika
Jum'at, 02 Desember 2022 - 23:59 WIB
Ilustrasi bendera pelangi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota DPR RI Nasyirul Falah Amru meminta pemerintah mewaspadai potensi gerakan legalisasi LGBT di Indonesia. Hal tersebut menanggapi maraknya kampanye LGBT yang terjadi di berbagai belahan dunia belakangan ini.
Menurutnya, gerakan legalisasi hak LGBT atau pernikahan sejenis merupakan bagian dari propaganda ideologi liberalisme. Di Indonesia, hal itu bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara.
"Sebagai bangsa yang memegang teguh falsafah Pancasila, Indonesia tak bisa menerima propaganda maupun gerakan LGBT. Pancasila dasar utamanya adalah nilai-nilai agama yang terwujud dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Nasyirul di Jakarta, Jumat (2/12/2022).
Baca Juga:Muhammadiyah Kritik AS: Hak LGBT Dibela, HAM Palestina Diabaikan
"Semua agama yang diakui di Indonesia menolak praktik homoseksual atau LGBT. Dan karena nilai-nilai agama itu inheren dalam Pancasila, maka Pancasila pun menolak praktik atau legalisasi LGBT," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gus Falah itu mengatakan bahwa kampanye LGBT dilancarkan negara-negara serta kelompok-kelompok dari barat ke seluruh dunia. Saat ini, sudah lebih dari 30 negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis.
"Pada umumnya, negara-negara yang terpengaruh adalah liberalisme barat. Dan sebagian kecil adalah negara-negara komunis seperti Vietnam dan Kuba," lanjut Gus Falah.
Menurutnya, gerakan legalisasi hak LGBT atau pernikahan sejenis merupakan bagian dari propaganda ideologi liberalisme. Di Indonesia, hal itu bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara.
"Sebagai bangsa yang memegang teguh falsafah Pancasila, Indonesia tak bisa menerima propaganda maupun gerakan LGBT. Pancasila dasar utamanya adalah nilai-nilai agama yang terwujud dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Nasyirul di Jakarta, Jumat (2/12/2022).
Baca Juga:Muhammadiyah Kritik AS: Hak LGBT Dibela, HAM Palestina Diabaikan
"Semua agama yang diakui di Indonesia menolak praktik homoseksual atau LGBT. Dan karena nilai-nilai agama itu inheren dalam Pancasila, maka Pancasila pun menolak praktik atau legalisasi LGBT," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gus Falah itu mengatakan bahwa kampanye LGBT dilancarkan negara-negara serta kelompok-kelompok dari barat ke seluruh dunia. Saat ini, sudah lebih dari 30 negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis.
"Pada umumnya, negara-negara yang terpengaruh adalah liberalisme barat. Dan sebagian kecil adalah negara-negara komunis seperti Vietnam dan Kuba," lanjut Gus Falah.