LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota
DPR RI Nasyirul Falah Amru meminta pemerintah mewaspadai potensi gerakan legalisasi LGBT di Indonesia. Hal tersebut menanggapi maraknya kampanye LGBT yang terjadi di berbagai belahan dunia belakangan ini.
Menurutnya, gerakan legalisasi hak
LGBT atau pernikahan sejenis merupakan bagian dari propaganda ideologi liberalisme. Di Indonesia, hal itu bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara.
"Sebagai bangsa yang memegang teguh falsafah
Pancasila, Indonesia tak bisa menerima propaganda maupun gerakan LGBT. Pancasila dasar utamanya adalah nilai-nilai agama yang terwujud dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Nasyirul di Jakarta, Jumat (2/12/2022).
Baca Juga: Muhammadiyah Kritik AS: Hak LGBT Dibela, HAM Palestina Diabaikan"Semua agama yang diakui di Indonesia menolak praktik homoseksual atau LGBT. Dan karena nilai-nilai agama itu
inheren dalam Pancasila, maka Pancasila pun menolak praktik atau legalisasi LGBT," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gus Falah itu mengatakan bahwa kampanye LGBT dilancarkan negara-negara serta kelompok-kelompok dari barat ke seluruh dunia. Saat ini, sudah lebih dari 30 negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis.
"Pada umumnya, negara-negara yang terpengaruh adalah liberalisme barat. Dan sebagian kecil adalah negara-negara komunis seperti Vietnam dan Kuba," lanjut Gus Falah.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu mencontohkan kampanye LGBT yang terjadi di ajang
Piala Dunia 2022. Salah satunya saat Timnas Jerman memprotes larangan memakai ban kapten pelangi '
One Love' sebagai wujud kampanye LGBT.
Baca Juga: MUI dan PBNU Tegas Tolak Kedatangan Utusan Khusus AS bahas LGBTQ+Selain itu, bendera LGBT juga sempat dikibarkan warga Italia saat laga Portugal vs Uruguay. Hal serupa juga tampak saat pertandingan Wales vs Iran, di mana para penonton terang-terangan memakai atribut pelangi.
"Bangsa Indonesia yang memegang teguh Pancasila menjadi sasaran propaganda ideologi liberalisme yang berwujud kampanye LGBT itu. Lembaga-lembaga internasional seperti UNDP dan USAID bahkan sudah lama mensponsori kampanye LGBT di Indonesia dengan kucuran dana tak sedikit," ungkapnya.
"Maka, kita harus waspadai (kampanye LGBT). Kita harus menyaring ideologi apapun, baik liberalisme maupun radikalisme-ekstremisme, yang tak sesuai Pancasila," tutur Gus Falah.
Baca Juga:
Bahaya Perilaku LGBT Terhadap Mental dan Fisik
Menolak Feminisme, Cara Umat Islam Cegah Penyebaran LGBT(gar)