Krisis Ekonomi, Bappenas Gandeng Insinyur dalam Rencana Program Pembangunan Nasional
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 00:03 WIB
Ilustrasi kerjasama insinyur dengan Bappenas. Foto: Langit7/Istock
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menjalin kerja sama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) dalam menjalankan beberapa program pembangunan nasional ke depan.
Kerja sama tersebut telah dijalin secara resmi setelah Sekretaris Utama Bappenas, Hinawan Hariyoga dan Ketua Umum PPI, Heru Dewanto menandatangi Nota Kesepahaman Bersama yang dilakukan keduanya secara virtual, Jumat (20/8).
Keduanya juga menyepakati kajian dan implementasi perencanaan program pembangunan nasional dalam bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan, pengembangan Ibu Kota Negara, pengembangan kepariwisataan dalam mewujudkan 10 Bali Baru, pembangunan rendah karbon/ekonomi hijau/ekonomi sirkular di tiga provinsi, yaitu provinsi Kepulauan Riau, Bali, dan Nusa Tenggara Timur, serta bidang-bidang pembangunan lainnya.
Baca juga:Hadapi Pandemi, Koperasi Sektor Pariwisata Bersama UMKM harus Adaptif
Himawan menyebutkan, kehadiran insinyur menjadi bagian dari praktisi dan akademisi yang memiliki peran sentral untuk menciptakan inovasi dan rekayasa guna mendorong pembangunan berkelanjutan.
"Terutama pengolahan sumber daya alam, penguatan sektor industri dan pariwisata, bioteknologi, infrastruktur berkelanjutan, serta implementasi ekonomi hijau yang mendukung transformasi ekonomi Indonesia pasca Covid-19 menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Keahlian yang dimiliki insinyur, lanjut Himawan, diharapkan mampu mewujudkan paradigma dan pendekatan baru dalam perumusan kebijakan perencanaan pembangunan nasional agar semakin berkualitas dan berkelanjutan.
Kerja sama tersebut telah dijalin secara resmi setelah Sekretaris Utama Bappenas, Hinawan Hariyoga dan Ketua Umum PPI, Heru Dewanto menandatangi Nota Kesepahaman Bersama yang dilakukan keduanya secara virtual, Jumat (20/8).
Keduanya juga menyepakati kajian dan implementasi perencanaan program pembangunan nasional dalam bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan, pengembangan Ibu Kota Negara, pengembangan kepariwisataan dalam mewujudkan 10 Bali Baru, pembangunan rendah karbon/ekonomi hijau/ekonomi sirkular di tiga provinsi, yaitu provinsi Kepulauan Riau, Bali, dan Nusa Tenggara Timur, serta bidang-bidang pembangunan lainnya.
Baca juga:Hadapi Pandemi, Koperasi Sektor Pariwisata Bersama UMKM harus Adaptif
Himawan menyebutkan, kehadiran insinyur menjadi bagian dari praktisi dan akademisi yang memiliki peran sentral untuk menciptakan inovasi dan rekayasa guna mendorong pembangunan berkelanjutan.
"Terutama pengolahan sumber daya alam, penguatan sektor industri dan pariwisata, bioteknologi, infrastruktur berkelanjutan, serta implementasi ekonomi hijau yang mendukung transformasi ekonomi Indonesia pasca Covid-19 menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Keahlian yang dimiliki insinyur, lanjut Himawan, diharapkan mampu mewujudkan paradigma dan pendekatan baru dalam perumusan kebijakan perencanaan pembangunan nasional agar semakin berkualitas dan berkelanjutan.