KH Zae Nandang: Kecenderungan Berbuat Maksiat Tanda Iman Lemah
Andi Muhammad
Selasa, 06 Desember 2022 - 06:00 WIB
Ketua Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang. Foto: Istimewa.
Iman merupakan elemen yang sangat penting dalam menjalani kehidupan sebagai muslim. Dengan iman yang kuat, seorang muslim tidak akan mudah terjerumus perbuatan maksiat.
Ketua Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang mengatakan, orang yang senantiasa taat menjalankan perintah Allah dapat meningkatkan iman. Sebab kadang kala iman dapat naik dan turun.
"Ketika berbuat zina berarti iman sedang tidak ada. Ketika iman tidak ada, al-haya (malu) juga tidak ada," ucap Kiai Zae Nandang dalam kajiannya, dikutip di kanal Tahdzibul Washiyyah Selasa (6/11/2022).
Baca Juga:KH Zae Nandang: Musibah Cianjur Semoga Jadi Penghapus Dosa
Maka itu, lanjut dia, seorang mukmin tidak semestinya meninggalkan ibadah wajib sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab seorang mukmin yang taat syariat sejatinya selalu dalam perlidungan-Nya.
Dia mengungkapkan bahwa iman yang kuat dapat menjadi benteng kokoh terhadap kesesatan duniawi. Dengan begitu, otomatis akan melahirkan al-haya atau rasa malu melanggar prinsip syariat.
"Ketika iman berkurang kualitasnya, maka berkurang pula kualitas al-haya itu. Ketika lemah iman maka lemah al-haya seara syariat. Oleh karena itu, orang akan berani melakukan dosa," ujarnya.
Ketua Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang mengatakan, orang yang senantiasa taat menjalankan perintah Allah dapat meningkatkan iman. Sebab kadang kala iman dapat naik dan turun.
"Ketika berbuat zina berarti iman sedang tidak ada. Ketika iman tidak ada, al-haya (malu) juga tidak ada," ucap Kiai Zae Nandang dalam kajiannya, dikutip di kanal Tahdzibul Washiyyah Selasa (6/11/2022).
Baca Juga:KH Zae Nandang: Musibah Cianjur Semoga Jadi Penghapus Dosa
Maka itu, lanjut dia, seorang mukmin tidak semestinya meninggalkan ibadah wajib sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab seorang mukmin yang taat syariat sejatinya selalu dalam perlidungan-Nya.
Dia mengungkapkan bahwa iman yang kuat dapat menjadi benteng kokoh terhadap kesesatan duniawi. Dengan begitu, otomatis akan melahirkan al-haya atau rasa malu melanggar prinsip syariat.
"Ketika iman berkurang kualitasnya, maka berkurang pula kualitas al-haya itu. Ketika lemah iman maka lemah al-haya seara syariat. Oleh karena itu, orang akan berani melakukan dosa," ujarnya.