Sesuatu Menjadi Sia-sia di Hadapan Allah karena Tidak Bertauhid
Hasanah syakim
Selasa, 06 Desember 2022 - 06:30 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Tauhid merupakan keyakinan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala adalah Tuhan yang Esa. Dia menciptakan dan memelihara alam semesta, sehingga hanya Allah Ta'ala yang patut disembah. Tauhid juga menjadi inti dari risalah yang dibawa oleh para nabi dan titik sentral bagi kehidupan umat manusia.
Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Miftahulhaq menyampaikan segala sesuatu bila tidak didasarkan pada tauhid, maka sesuatu itu menjadi sia-sia di hadapan Allah Ta'ala.
"Ketika beramal saleh diikuti dengan ketauhidan kepada Allah Ta'ala, maka itu akan membawa pada terciptanya kehidupan yang baik," ujar Miftah dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Selasa (6/12/2022).
Baca Juga:Tafsir Surat An-Nisa Ayat 56: Larangan Syirik dalam Beribadah
Dengan begitu, dia mendorong segenap muslim agar memposisikan tauhid sebagai landasan melaksanakan ibadah serta aktivitas kehidupan lainnya. Sebab, nilai-nilai tauhid akan memberikan makna hidup, pengembangan spiritual, dan makanan bergizi bagi ruh serta mental.
"Seseorang dengan tauhid yang lemah biasanya memiliki kesehatan mental yang rapuh," tuturnya.
Nilai ketauhidan yang dibangun ini tentu akan memberikan nilai lebih terhadap amalan yang dilakukan dan kegiatan yang dikembangkan. "Ketauhidan juga akan memberikan makna dan dampak yang luar biasa bagi ruh umat Islam,” ujarnya.
Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Miftahulhaq menyampaikan segala sesuatu bila tidak didasarkan pada tauhid, maka sesuatu itu menjadi sia-sia di hadapan Allah Ta'ala.
"Ketika beramal saleh diikuti dengan ketauhidan kepada Allah Ta'ala, maka itu akan membawa pada terciptanya kehidupan yang baik," ujar Miftah dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Selasa (6/12/2022).
Baca Juga:Tafsir Surat An-Nisa Ayat 56: Larangan Syirik dalam Beribadah
Dengan begitu, dia mendorong segenap muslim agar memposisikan tauhid sebagai landasan melaksanakan ibadah serta aktivitas kehidupan lainnya. Sebab, nilai-nilai tauhid akan memberikan makna hidup, pengembangan spiritual, dan makanan bergizi bagi ruh serta mental.
"Seseorang dengan tauhid yang lemah biasanya memiliki kesehatan mental yang rapuh," tuturnya.
Nilai ketauhidan yang dibangun ini tentu akan memberikan nilai lebih terhadap amalan yang dilakukan dan kegiatan yang dikembangkan. "Ketauhidan juga akan memberikan makna dan dampak yang luar biasa bagi ruh umat Islam,” ujarnya.