home global news

Ancaman Gempa di Indonesia, 295 Sesar Aktif dan 13 Zona Megathrust

Kamis, 08 Desember 2022 - 18:00 WIB
Peta sesar aktif di Indonesia (foto: Pusat Gempa Nasional)
Koordinator Bidang Informasi Gempa Bumi & Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Iman Fatchurochman, mengatakan, wilayah Indonesia rawan gempa sebagai konsekuensi lokasinya yang terletak pada tiga lempeng tektonik utama dunia yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Tiga lempeng tersebut bergerak secara dinamis dan saling menekan sehingga menimbulkan gempa bumi, ada yang dirasakan dan tidak dirasakan. Aktivitas lempeng itu menyebabkan munculnya 13zona megathrust, 295 sesar aktif, dan masih banyak jalur sesar aktif yang belum terpetakan.

“Seperti kasus gempa kemarin yang ada di Padang, itu juga sesar yang baru sebetulnya. Gempa di Flores yang menimbulkan tsunami kecil juga sesar baru. Jadi, kita tidak tahu juga apakah di Cianjur apakah sesar baru ataukah masih di dalam zona yang sudah dipetakan,” kata Iman di Gelora Talk, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga:Mbah Rono: Bangunan yang Membunuh, Bukan Gempa Bumi

Peningkatan aktivitas kegempaan di Indonesia. Sejak 2013 ada tren peningkatan jumlah aktivitas gempa bumi di Indonesia. Pada 2013 terdapat 4.234 gempa bumi dengan 11 gempa bumi merusak, 2014 ada 4.434 gempa bumi 6 di antaranya merusak, dan 2015 ada 5.299 gempa bumi 6 merusak.

“Peningkatan frekuensi aktivis seismik tidak terkait dengan penambahan pemasangan sensor, karena penambahan jaringan sensor seismik dilakukan pada 2019,” kata Iman.

Kemudian, 2016 ada 5.646 gempa bumi 12 merusak, 2017 ada 7.169 gempa bumi 20 merusak, 2018 ada 11.920 gempa bumi 22 merusak, 2019 ada 11.588 gempa bumi 18 merusak, 2020 ada 8.258 gempa bumi 11 merusak, 2021 ada 11.395 gempa bumi 27 merusak, dan 2022 ada 9.704 gempa bumi 18 merusak.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bmkg gempa gempa bumi sesar aktif
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya