Melacak Akar Kebangsaan Indonesia
Muhajirin
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 15:37 WIB
ilustrasi nasionalisme (foto: langit7.id/istock)
Sejarawan Muslim, Dr. Tiar Anwar Bachtiar, menjelaskan, konsep negara bangsa baru dikenal pada abad ke-19 dan ramai pada abad ke-10. Bahkan hampir semua negara menerapkan konsep tersebut.
Dia mencontohkan Asia Tenggara yang terdapat negara-negara yang mengklaim sebagai bangsa berbeda. Indonesia berarti bangsanya Indonesia. Malaysia bangsanya Malaysia. Demikian pula Brunei Darussalam hingga Filipina. Seolah-olah kawasan yang menjadi negara itu merupakan komunitas bangsa yang berbeda-beda.
“Hanya tentu saja perbedaan itu sifatnya bukan merupakan sesuatu yang hakiki. Artinya tidak beda beneran. Tapi satu perbedaan yang diciptakan oleh satu konsep yang disadari, kemudian itu menjadi collective memory (kesadaran bersama), bahwa kita ini beda dengan yang lain, misalnya kita sebagai Indonesia beda dengan Malaysia. Tapi itu bukan satu perbedaan yang hakiki,” kata Tiar dalam webinar melalui kanal youtube AQL Islamic Center, dikutip Jumat (20/8/2021).
Indonesia, Malaysia, Brunei, hingga Filipina memiliki kesamaan yang tidak bisa dipertentangkan. Apalagi kalau dikaitkan dengan konsep kebangsaan yang dibangun di Indonesia. Jadi, konsep kebangsaan ini merupakan satu konsep yang dikonstruksi, bukan konsep yang datang begitu saja dari langit.
Maka dari itu, konsep kebangsaan Indonesia merupakan hasil konstruksi historis. Indonesia diambil dari satu realitas sejarah yang tidak bisa dihindarkan. Kenyataan sejarah paling konkret adalah kawasan nusantara merupakan kawasan yang pernah dikuasai Belanda.
Berangkat dari situ, kolonialisme atau penjajahan menjadi dasar cara berpikir membentuk bangsa Indonesia. Tema kolonialisme menjadi dasar kesadaran nasional masyarakat Indonesia. Hal Ini bisa dilihat dari pemberian gelar pahlawan. Pahlawan adalah mereka yang berjuang melawan kolonialisme agar hilang dari Tanah Air.
Artinya, yang disebut bangsa Indonesia adalah bangsa yang melepaskan diri dari kolonialisme Belanda. Semua yang terlibat dalam perlawanan itu dianggap sebagai tokoh pembangkit kesadaran nasional Indonesia. Maka, unsur-unsur nasionalisme Indonesia adalah segala bentuk yang berkenaan dengan pengusiran kaum penjajah.
Dia mencontohkan Asia Tenggara yang terdapat negara-negara yang mengklaim sebagai bangsa berbeda. Indonesia berarti bangsanya Indonesia. Malaysia bangsanya Malaysia. Demikian pula Brunei Darussalam hingga Filipina. Seolah-olah kawasan yang menjadi negara itu merupakan komunitas bangsa yang berbeda-beda.
“Hanya tentu saja perbedaan itu sifatnya bukan merupakan sesuatu yang hakiki. Artinya tidak beda beneran. Tapi satu perbedaan yang diciptakan oleh satu konsep yang disadari, kemudian itu menjadi collective memory (kesadaran bersama), bahwa kita ini beda dengan yang lain, misalnya kita sebagai Indonesia beda dengan Malaysia. Tapi itu bukan satu perbedaan yang hakiki,” kata Tiar dalam webinar melalui kanal youtube AQL Islamic Center, dikutip Jumat (20/8/2021).
Indonesia, Malaysia, Brunei, hingga Filipina memiliki kesamaan yang tidak bisa dipertentangkan. Apalagi kalau dikaitkan dengan konsep kebangsaan yang dibangun di Indonesia. Jadi, konsep kebangsaan ini merupakan satu konsep yang dikonstruksi, bukan konsep yang datang begitu saja dari langit.
Maka dari itu, konsep kebangsaan Indonesia merupakan hasil konstruksi historis. Indonesia diambil dari satu realitas sejarah yang tidak bisa dihindarkan. Kenyataan sejarah paling konkret adalah kawasan nusantara merupakan kawasan yang pernah dikuasai Belanda.
Berangkat dari situ, kolonialisme atau penjajahan menjadi dasar cara berpikir membentuk bangsa Indonesia. Tema kolonialisme menjadi dasar kesadaran nasional masyarakat Indonesia. Hal Ini bisa dilihat dari pemberian gelar pahlawan. Pahlawan adalah mereka yang berjuang melawan kolonialisme agar hilang dari Tanah Air.
Artinya, yang disebut bangsa Indonesia adalah bangsa yang melepaskan diri dari kolonialisme Belanda. Semua yang terlibat dalam perlawanan itu dianggap sebagai tokoh pembangkit kesadaran nasional Indonesia. Maka, unsur-unsur nasionalisme Indonesia adalah segala bentuk yang berkenaan dengan pengusiran kaum penjajah.