Anak Sudah Baligh tapi Pola Pikir Tak Kunjung Dewasa, Ini Penyebabnya
Muhajirin
Sabtu, 10 Desember 2022 - 15:30 WIB
ilustrasi remaja kecanduan gadget (foto: langit7.id/istock)
Banyak anak yang sudah dewasa secara fisik tapi belum dewasa dalam pola pikir. Kendati sudah akil baligh, mereka belum bisa menyelesaikan masalah kehidupan. Menurut Psikolog Adriano Rusfi, hal seperti itu terjadi karena adanya kesalahan paradigma pengajaran dan pendidikan di tengah masyarakat Indonesia.
Pergeseran paradigma itu bermula sejak revolusi industri yang ditandai dengan penciptaan mesin uap. Mayoritas masyarakat akhirnya bekerja 8 jam per hari atau 2.000 jam per tahun. Jam kerja yang digunakan pun menggunakan waktu-waktu efektif seseorang, yakni sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 sore.
“Kondisi ini menjadikan para orang tua kehabisan waktu untuk pendidikan anak. Seringkali terjadi bahkan, ayah berangkat kerja ketika anak belum bangun dan pulang saat anak sudah tidur,” kata Adriano dalam Webinar Kolaborasi Rumah dan Sekolah Dalam Pendidikan Anak yang digelar Sekolah Alam Indonesia (SAI), Sabtu (10/12/2022).
Baca Juga: Orang Tua Wajib Beri Pendidikan Terbaik untuk Anak
Revolusi industri membuat para orang tua kehilangan waktu untuk anak. Tidak sempat lagi memberikan pendidikan yang cukup di rumah. Pada akhirnya rumah hanya menjadi tempat istirahat, bukan tempat mendidik.
Pergeseran paradigma itu bermula sejak revolusi industri yang ditandai dengan penciptaan mesin uap. Mayoritas masyarakat akhirnya bekerja 8 jam per hari atau 2.000 jam per tahun. Jam kerja yang digunakan pun menggunakan waktu-waktu efektif seseorang, yakni sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 sore.
“Kondisi ini menjadikan para orang tua kehabisan waktu untuk pendidikan anak. Seringkali terjadi bahkan, ayah berangkat kerja ketika anak belum bangun dan pulang saat anak sudah tidur,” kata Adriano dalam Webinar Kolaborasi Rumah dan Sekolah Dalam Pendidikan Anak yang digelar Sekolah Alam Indonesia (SAI), Sabtu (10/12/2022).
Baca Juga: Orang Tua Wajib Beri Pendidikan Terbaik untuk Anak
Revolusi industri membuat para orang tua kehilangan waktu untuk anak. Tidak sempat lagi memberikan pendidikan yang cukup di rumah. Pada akhirnya rumah hanya menjadi tempat istirahat, bukan tempat mendidik.