Para Penuntut Ilmu, Ini Pesan Imam Ghazali untuk Kalian
Ahmad zuhdi
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 20:00 WIB
Tiga santri Pondok Pesantren Tahfidz Al Basyir Bogor tengah santap siang bersama usai belajar dikelas. Foto: Syukron/Langit7.id
Kemuliaan dan kebermanfaatan ilmu tidak serta merta didapatkan begitu saja, ada persyaratan dan adab yang harus dipenuhi oleh penuntut ilmu. Banyak para ulama yang menaruh perhatian terhadap semangat thalabul ilmi serta adab-adab dalam menuntut ilmu.
Di antara ulama tersebut adalah Imam Abu Hamid Al-Ghazali. Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Ghazali menjelaskan tentang adab-adab belajar dengan sangat cermat dan tepat yang diringkas kembali oleh Ketua MUI Pusat KH Jeje Zaenudin. Berikut pesan dan adab-adab dari Imam Ghazali untuk penuntut ilmu.
Baca Juga:Tegakkan Keadilan dan Jalankan Perintah Agama, Alasan Pejuang Lawan Penjajah
Pertama, membersihkan hati dari akhlak tercela dan sifat-sifat yang keji. Hal ini sangat penting, sebab menuntut ilmu itu adalah ibadahnya hati dan salatnya jiwa kepada Allah Taala. Apabila salat tidak sah karena tidak bersuci dari hadas ataupun najis lahir, maka ibadah batin juga tidak sah apabila tidak diawali dengan membersihkan hati dari hadas dan najis yang berupa akhlak tercela.
Menurut Ibnu Mas’ud, ilmu adalah cahaya terang yang Allah letakan dalam qalbu manusia. Ilmu disebut cahaya sebab hakikat ilmu itu menerangi akal pikiran agar jelas nampak mana jalan kebenaran dan mana jalan kesesatan, mana yang hak dan mana yang batil, serta menunjukan apa akibat kesesatan dan apa akibat ketaatan.
Karena itu, dengan ilmu seorang alim jadi sangat takut melakukan maksiat dan dosa kepada Rabb-Nya karena mengetahui apa akibatnya. Oleh sebab itu pula diantara hakikat ilmu adalah rasa takut yang sungguh-sungguh yang mendorong seorang berilmu semakin khusyu’ kepada Tuhannya. Karena itulah Al-Quran menyatakan, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah para ahli ilmu".
Kedua, para penuntut ilmu harus fokus kepada ilmu yang sedang dipelajarinya. Jangan tergoda oleh kesibukan-kesibukan duniawi yang lain, baik urusan keluarga ataupun pekerjaan yang mengakibatkan ia tidak konsentrasi dan tidak serius mendalami ilmu. Allah Ta’ala tidak menjadikan dua hati dalam dada manusia.
Di antara ulama tersebut adalah Imam Abu Hamid Al-Ghazali. Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Ghazali menjelaskan tentang adab-adab belajar dengan sangat cermat dan tepat yang diringkas kembali oleh Ketua MUI Pusat KH Jeje Zaenudin. Berikut pesan dan adab-adab dari Imam Ghazali untuk penuntut ilmu.
Baca Juga:Tegakkan Keadilan dan Jalankan Perintah Agama, Alasan Pejuang Lawan Penjajah
Pertama, membersihkan hati dari akhlak tercela dan sifat-sifat yang keji. Hal ini sangat penting, sebab menuntut ilmu itu adalah ibadahnya hati dan salatnya jiwa kepada Allah Taala. Apabila salat tidak sah karena tidak bersuci dari hadas ataupun najis lahir, maka ibadah batin juga tidak sah apabila tidak diawali dengan membersihkan hati dari hadas dan najis yang berupa akhlak tercela.
Menurut Ibnu Mas’ud, ilmu adalah cahaya terang yang Allah letakan dalam qalbu manusia. Ilmu disebut cahaya sebab hakikat ilmu itu menerangi akal pikiran agar jelas nampak mana jalan kebenaran dan mana jalan kesesatan, mana yang hak dan mana yang batil, serta menunjukan apa akibat kesesatan dan apa akibat ketaatan.
Karena itu, dengan ilmu seorang alim jadi sangat takut melakukan maksiat dan dosa kepada Rabb-Nya karena mengetahui apa akibatnya. Oleh sebab itu pula diantara hakikat ilmu adalah rasa takut yang sungguh-sungguh yang mendorong seorang berilmu semakin khusyu’ kepada Tuhannya. Karena itulah Al-Quran menyatakan, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah para ahli ilmu".
Kedua, para penuntut ilmu harus fokus kepada ilmu yang sedang dipelajarinya. Jangan tergoda oleh kesibukan-kesibukan duniawi yang lain, baik urusan keluarga ataupun pekerjaan yang mengakibatkan ia tidak konsentrasi dan tidak serius mendalami ilmu. Allah Ta’ala tidak menjadikan dua hati dalam dada manusia.