Tafsir Al Mu'minun: Bersabar dalam Ketaatan kepada Allah
Hasanah syakim
Selasa, 13 Desember 2022 - 06:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Allah Ta'ala memberikan perhatian kepada umat manusia atas apa saja yang mereka perbuat, di saat umur mereka yang hanya sebentar di dunia dari taat kepada Allah dan ibadanya kepada Allah Yang Maha Tunggal. Hal ini sebagaimana Allah jelaskan dalam Surat Al Mu'minuun ayat 112-115:
قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ . قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ . قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلا قَلِيلا لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Artinya: "Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”. Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”. “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir pada ayat di atas, Ketua Dewan Hisbah Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis), KH Zae Nandang menjelaskan bahwa apabila umat manusia dapat besabar di dunia yang ringkas, maka tentu mereka beruntung.
Baca Juga:Selebrasi Keluarga Timnas Maroko Hangatkan Hati Masyarakat Dunia
"Mereka akan beruntung dan selamat karena sebagaimana telah beruntungnya, atau selamatnya wali-wali mereka yang terdahulu bertakwa," kata Kiai Zae Nandang dalam kajian tafsir dikutip dari akun YouTube Persis TV, Selasa (13/12/2022).
Lebih lanjut, dia menjelaskan apabila dalam waktu yang singkat di dunia manusia tersebut dapat bersabar melaksanakan ketaatan kepada Allah ta'ala, maka tentu mereka akan selamat dan beruntung pada masa yang panjang dan abadi.
قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ . قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ . قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلا قَلِيلا لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Artinya: "Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”. Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”. “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir pada ayat di atas, Ketua Dewan Hisbah Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis), KH Zae Nandang menjelaskan bahwa apabila umat manusia dapat besabar di dunia yang ringkas, maka tentu mereka beruntung.
Baca Juga:Selebrasi Keluarga Timnas Maroko Hangatkan Hati Masyarakat Dunia
"Mereka akan beruntung dan selamat karena sebagaimana telah beruntungnya, atau selamatnya wali-wali mereka yang terdahulu bertakwa," kata Kiai Zae Nandang dalam kajian tafsir dikutip dari akun YouTube Persis TV, Selasa (13/12/2022).
Lebih lanjut, dia menjelaskan apabila dalam waktu yang singkat di dunia manusia tersebut dapat bersabar melaksanakan ketaatan kepada Allah ta'ala, maka tentu mereka akan selamat dan beruntung pada masa yang panjang dan abadi.