Mengenal Yunus Emre, Penyair Sufi Inspirator Rakyat Turki
Muhajirin
Jum'at, 16 Desember 2022 - 17:30 WIB
Ilustrasi Yunus Emre (foto: cumhuriyet.com.tr)
Yunus Emre merupakan salah satu penyair sufi yang sangat legendaris di Turki.Penyair yang hidup di awal masa Turki Utsmani itumasih dikenang dan selalu harum di kalangan masyarakat Turki hingga kini.
Yunus hidup dan tinggal di Turki saat masa invasi atau serangan pasukan Mongol mendatangi Turki. Situasi kala itu sangat sulit, sehingga mengharuskan Yunus Emre ekstra bersabar.
Salah satu ajaran penting Yunus Emre adalah mensyukuri dan mencintai alam semesta yang merupakan Ciptaan-Nya. Pelajaran tersebut dikembangkan oleh pemuda yang terkumpul dalam Persatuan Pemuda Anatolia atau Ahiler, keturunan Karaman dan keturunan Osman. Pemuda-pemuda yang merupakan murid Yunus Emre itu punya andil besar dalam mendirikan Kesultanan Utsmani.
President of Yunus Emre Enstitusu, Prof. Dr. Seref Ates, pemikiran Yunus Emre juga sangat digemari anak muda kala itu. Dia bahkan sangat terkenal di seluruh Turki. Menurut Seref, salah satu pemikiran Yunus Emre yang terkenal sampai saat ini adalah pandangan yang melihat semua jiwa sebagai satu.
Baca Juga:Perkuat Diplomasi Budaya Turki-Indonesia, Institut Yunus Emre Buka Kantor di UIN Jakarta
Yunus Emre tidak hanya berinteraksi manusia, tetapi juga dengan tumbuhan seperti bunga, mendengarkan suara putaran kincir air di atas air, dan menyebut mendapatkan hati adalah tujuan terpenting.
“Yunus Emre menilai ada aliran dan persatuan di antara jiwa. Dia mengatakan, Syariat dan Tarekat adalah pintu masuk ke Islam, sedangkan kecerdasan dan kebenaran adalah tujuan yang ingin dicapai. Persatuan dapat dicapai dengan mengalahkan ego dan melihat sang pencipta dalam setiap makhluk yang diciptakan,” kata Seref dalam acara International Symposium dengan tema Strengthening Indonesia-Turkiye Relations through language and cultural diplomacy di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, beberapa waktu lalu.
Yunus hidup dan tinggal di Turki saat masa invasi atau serangan pasukan Mongol mendatangi Turki. Situasi kala itu sangat sulit, sehingga mengharuskan Yunus Emre ekstra bersabar.
Salah satu ajaran penting Yunus Emre adalah mensyukuri dan mencintai alam semesta yang merupakan Ciptaan-Nya. Pelajaran tersebut dikembangkan oleh pemuda yang terkumpul dalam Persatuan Pemuda Anatolia atau Ahiler, keturunan Karaman dan keturunan Osman. Pemuda-pemuda yang merupakan murid Yunus Emre itu punya andil besar dalam mendirikan Kesultanan Utsmani.
President of Yunus Emre Enstitusu, Prof. Dr. Seref Ates, pemikiran Yunus Emre juga sangat digemari anak muda kala itu. Dia bahkan sangat terkenal di seluruh Turki. Menurut Seref, salah satu pemikiran Yunus Emre yang terkenal sampai saat ini adalah pandangan yang melihat semua jiwa sebagai satu.
Baca Juga:Perkuat Diplomasi Budaya Turki-Indonesia, Institut Yunus Emre Buka Kantor di UIN Jakarta
Yunus Emre tidak hanya berinteraksi manusia, tetapi juga dengan tumbuhan seperti bunga, mendengarkan suara putaran kincir air di atas air, dan menyebut mendapatkan hati adalah tujuan terpenting.
“Yunus Emre menilai ada aliran dan persatuan di antara jiwa. Dia mengatakan, Syariat dan Tarekat adalah pintu masuk ke Islam, sedangkan kecerdasan dan kebenaran adalah tujuan yang ingin dicapai. Persatuan dapat dicapai dengan mengalahkan ego dan melihat sang pencipta dalam setiap makhluk yang diciptakan,” kata Seref dalam acara International Symposium dengan tema Strengthening Indonesia-Turkiye Relations through language and cultural diplomacy di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, beberapa waktu lalu.