Keterikatan pada satu madzhab sering dianggap sebagai kewajiban mutlak bagi setiap Muslim. Namun, Lajnah Daimah dan para imam besar justru membuka ruang bagi kebenaran yang melampaui sekat fanatisme kelompok.
Kesultanan Ottoman, bermula dari suku Turki Oghuz yang mengungsi ke Asia Kecil, berkembang pesat di bawah kepemimpinan Utsman I. Melalui strategi ekspansi wilayah dan kebijakan toleransi beragama, Ottoman berhasil menguasai berbagai wilayah strategis hingga Eropa, mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan Islam terkemuka.
Hammam, pemandian umum khas Turki, menjadi hal yang penting pada masa Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman). Banyak tempat pemandian umum yang dipulihkan untuk menghidupkan kembali tradisi mandi budaya kuno.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dan Turki telah terjalin sejak lama. Sebelum kedua negara republik berdiri, kesultanan Turki Utsmani telah menjalin hubungan dengan kesultanan-kesultanan yang ada di Nusantara.
Yunus Emre merupakan salah satu penyair sufi yang sangat legendaris di Turki. Penyair yang hidup di awal masa Turki Utsmani itu masih dikenang dan selalu harum di kalangan masyarakat Turki hingga kini.
Sultan Abdul Hamid II merupakan sultan ke-34 Kekhalifahan Utsmaniyah dan khalifah terakhir yang memiliki kekuasaan absolut. Dia adalah Khalifah terakhir yang melindungi Al-Quds (Palestina) dari ancaman zionis Yahudi.