Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 29 Mei 2026
home global news detail berita

Rektor UIN Jakarta Ungkap Relasi Kuat Turki Utsmani dan Nusantara

Muhajirin Jum'at, 16 Desember 2022 - 18:30 WIB
Rektor UIN Jakarta Ungkap Relasi Kuat Turki Utsmani dan Nusantara
Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Amany Lubis (Dok Pribadi)
LANGIT7.ID, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dan Turki telah terjalin sejak lama. Sebelum kedua negara republik berdiri, kesultanan Turki Utsmani telah menjalin hubungan dengan kesultanan-kesultanan yang ada di Nusantara.

“Dalam sejarah, sudah lama terbangun kerjasama Turki dengan Indonesia, baik di bidang ekonomi, maupun di bidang pelayaran, juga di bidang politik dan keamanan, karena kesultanan di Indonesia sejak 500-600-an tahun lalu pernah minta bantuan kekuatan militer dari Turki Utsmani,” kata Amany dalam peresmian Kantor Yunus Emre Institut di UIN Jakarta beberapa waktu lalu.

Bahkan, kata dia, bukti hubungan Turki Utsmani dengan kesultanan di Nusantara masih tersimpan di Keraton Yogyakarta. Amany menyebut dokumen itu masih tersimpan sampai saat ini. Siapa saja bisa melihat saat mengunjungi Kraton Yogyakarta.

Baca Juga: Perkuat Diplomasi Budaya Turki-Indonesia, Institut Yunus Emre Buka Kantor di UIN Jakarta

“Bahkan, di Keraton Jogja masih ada dokumen dari Kerajaan Turki Usmani yang menandakan ada kolaborasi antara Kesultanan Jogja dengan Turki Utsmani. Itu contoh paling dekat,” katanya.

Sementara menurut Imam Besar Masjid Istiqlal, sebelum Kesultanan Islam berdiri di Nusantara pada masa Kerajaan Hindu Buddha, Turki Utsmani telah memberi dampak terjadinya Islamisasi di bumi Nusantara.

Pada abad ke-14 bertepatan dengan keberhasilan Sultan Mehmed II (Sultan Muhammad Al-Fatih) menaklukkan Konstantinopel. Di kawasan itu, terdapat Selat Golden Horn yang menjadi gerbang masuk ke Asia.

Kesultanan Turki Utsmani menyeleksi ketat orang-orang yang hendak menyeberangi Selat Golden Horn sebagai pintu gerbang ke Asia.

Baca Juga: Mengenal Yunus Emre, Penyair Sufi Inspirator Rakyat Turki

Pedagang-pedagang Arab dan para ulama diberi kebebasan untuk keluar masuk. Sehingga, mereka lebih aktif menyebarkan agama Islam. Di sisi lain, Kerajaan dari India dengan kekuatan Hindu tidak bisa lagi mengakses ke Asia Tenggara. Di situ terjadi perubahan sosial yang sangat signifikan.

“Karena ini adalah penguasa dunia Islam, maka yang bisa masuk ke Selat di Konstantinopel itu adalah tentu kekuatan muslim, pedagang dari Arab. Di situlah mulai bersentuhan dengan pedagang Arab, masuk di kawasan Selat Malaka,” kata Prof Nasaruddin Umar, dikutip dari laman cariustadz.id.

Para ulama dan pedagang masuk ke Sumatera, Jawa dan wilayah lain di Nusantara. Akhirnya, lambat laun seluruh Jawa dan kerajaan Mataram itu sudah diislamkan. Demikian pula Sriwijaya dan Kerajaan lain di luar jawa menjadi Kesultanan Islam.

"Maka dengan demikian seluruh kerajaan Hindu dan Jawa Di Sumatera itu hanya menguasai pantai. Sedangkan Jawa daratan dikuasai kerajaan Mataram Islam. Tinggal majapahit di pinggir-pinggir, tapi lama kelamaan pun punah,” tuturnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 29 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)