Gandeng Synergy Policies, Tanoto Foundation Lakukan Studi Tingkatkan Sebaran Pendidikan Berkualitas
Ummu hani
Jum'at, 16 Desember 2022 - 16:24 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Synergy Policies, lembaga penelitian dan konsultasi kebijakan publik, didukung Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan melakukan studi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air.
Lembaga yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada 1981 ini mengumpulkan praktik-praktik baik dan inovasi pendidikan.
Studi ini dilakukan dari 1 Oktober hingga 1 Desember 2022 di lima provinsi mitra Program PINTAR Tanoto Foundation yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sumatra Utara, Jambi, dan Riau.
Temuan hasil studi dipaparkan pada acara Rembuk Nasional dengan tajuk “Peningkatan Sebaran Pendidikan Berkualitas: Merumuskan Konsensus Pemerintah, Sekolah & Guru di Indonesia” hari Rabu, 14 Desember 2022.
Baca juga:Cetak SDM Berkualitas, Indonesia Perlu Perbaiki Peta Jalan Pendidikan
Temuan dan rekomendasi studi ini, antara lain:
Pertama; perlunya meningkatkan komunikasi antar sesama tenaga pendidik, lintas kelompok kepentingan, lintas wilayah administratif, dan lintas sektor. Ini agar lebih efektif dengan membentuk forum bersama sebagai wadah rembuk yang melibatkan seluruh instansi pemerintahan terkait, mitra pembangunan, dan masyarakat.
Lembaga yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada 1981 ini mengumpulkan praktik-praktik baik dan inovasi pendidikan.
Studi ini dilakukan dari 1 Oktober hingga 1 Desember 2022 di lima provinsi mitra Program PINTAR Tanoto Foundation yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sumatra Utara, Jambi, dan Riau.
Temuan hasil studi dipaparkan pada acara Rembuk Nasional dengan tajuk “Peningkatan Sebaran Pendidikan Berkualitas: Merumuskan Konsensus Pemerintah, Sekolah & Guru di Indonesia” hari Rabu, 14 Desember 2022.
Baca juga:Cetak SDM Berkualitas, Indonesia Perlu Perbaiki Peta Jalan Pendidikan
Temuan dan rekomendasi studi ini, antara lain:
Pertama; perlunya meningkatkan komunikasi antar sesama tenaga pendidik, lintas kelompok kepentingan, lintas wilayah administratif, dan lintas sektor. Ini agar lebih efektif dengan membentuk forum bersama sebagai wadah rembuk yang melibatkan seluruh instansi pemerintahan terkait, mitra pembangunan, dan masyarakat.