Bakomubin: Dakwah Nabi Dibangun di Atas Landasan Tauhid
Redaksi
Senin, 19 Desember 2022 - 13:48 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Musyawarah Nasional (Munas) ketiga Badan Koordinasi Mubaligh se-Indonesia (Bakomubin) memutuskan Dr Suhary sebagai Ketua Umum periode 2022-2027. Suhary yang dipilih secara musyarawah itu menggantikan ketua umum sebelumnya, yaitu KH Tatang Natsir Fathudin.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua umum, Suhary menyampaikan landasan perjuangan sesuai apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban.
Menurut dia, landasan dakwah yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di Makkah Al Mukarramah selama 13 tahun meletakan dasar dan fondasi keimanan (tauhidullah) yang kuat tangguh, tegar, tegak, dan tahan uji dalam menghadapi kenyataan hidup.
Baca Juga:Kuatkan Ikhtiar Hadapi Pandemi, Bakomubin Jabar Gelar Munajat Akbar
“Kekuatan iman itulah yang membuat umat Islam memiliki akidah yang kuat dalam menghadapi setiap tantangan zaman,” kata Suhary dalam keterangan yang diterima, Senin (19/12/2022).
Ia menambahkan, ketika Nabi hijrah ke Madinah orientasinya adalah pembangunan umat dalam prinsip kemasyarakatan dan kenegaraan selama 10 tahun. Nabi menjadi kepala negara meletakan dasar Ipoleksosbud (ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya) dalam masyarakat dan dunia internasional.
“Landasannya adalah konstitusi negara Al Madinatul Munawwarah yakni Shahifah Al Madaniyah (UU Dasar Negara),” kata Suhary.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua umum, Suhary menyampaikan landasan perjuangan sesuai apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban.
Menurut dia, landasan dakwah yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di Makkah Al Mukarramah selama 13 tahun meletakan dasar dan fondasi keimanan (tauhidullah) yang kuat tangguh, tegar, tegak, dan tahan uji dalam menghadapi kenyataan hidup.
Baca Juga:Kuatkan Ikhtiar Hadapi Pandemi, Bakomubin Jabar Gelar Munajat Akbar
“Kekuatan iman itulah yang membuat umat Islam memiliki akidah yang kuat dalam menghadapi setiap tantangan zaman,” kata Suhary dalam keterangan yang diterima, Senin (19/12/2022).
Ia menambahkan, ketika Nabi hijrah ke Madinah orientasinya adalah pembangunan umat dalam prinsip kemasyarakatan dan kenegaraan selama 10 tahun. Nabi menjadi kepala negara meletakan dasar Ipoleksosbud (ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya) dalam masyarakat dan dunia internasional.
“Landasannya adalah konstitusi negara Al Madinatul Munawwarah yakni Shahifah Al Madaniyah (UU Dasar Negara),” kata Suhary.