Hikmah Bekerja Diniatkan Ibadah Picu Lebih Profesional
Hasanah syakim
Selasa, 20 Desember 2022 - 06:38 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Sekretaris Pengurus Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti berpesan agar meniatkan bekerja sekaligus sebagai ibadah. Menurut Sayuti, niat tersebut akan memotivasi diri untuk bekerja lebih baik dari sebelumnya atau bekerja lebih profesional.
"Sebagaimana perkataan yang diajarkan dalam Agama Islam, bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini," kata Sayuti dalam kajiannya, dikutip Selasa (20/12/2022).
Lebih lanjut, Sayuti menjelaskan bekerja sebagai ibadah juga menjadi salah satu bentuk rasa syukur, yang dimiliki umat Muslim kepada Allah Ta'ala karena telah memberinya kesempatan.
"Sebab, nikmat sempat ini tidak semua orang bisa miliki, oleh karena itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bekerja sebagai ibadah, berangkat dari rumah diniatkan bukan cuma bekerja. Jadi pamit anak dan istri berangkat bekerja sekaligus untuk ibadah," ujarnya.
Selain itu, Dosen Universitas Ahmad Dahlan ini juga berpesan agar jangan merasa rendah diri dengan jenis-jenis pekerjaan yang dijalani selama pekerjaan itu halal. Sebab, jika diniatkan untuk ibadah maka keridaan Allah Ta'ala menjadi pengharapan utama.
Baca Juga:Tafsir Al Mu'minuun: Tidak Ada Dalil Atas Perbuatan Syirik
“Termasuk yang bekerja sebagai pembuat teh, supir, petugas kebersihan juga merupakan ibadah. Paling tidak jika bekerja diniatkan untuk ibadah, maka rezeki yang didapatkan menjadi jalan kebaikan karena yang diharapkan adalah keridaan Allah," tuturnya.
"Sebagaimana perkataan yang diajarkan dalam Agama Islam, bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini," kata Sayuti dalam kajiannya, dikutip Selasa (20/12/2022).
Lebih lanjut, Sayuti menjelaskan bekerja sebagai ibadah juga menjadi salah satu bentuk rasa syukur, yang dimiliki umat Muslim kepada Allah Ta'ala karena telah memberinya kesempatan.
"Sebab, nikmat sempat ini tidak semua orang bisa miliki, oleh karena itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bekerja sebagai ibadah, berangkat dari rumah diniatkan bukan cuma bekerja. Jadi pamit anak dan istri berangkat bekerja sekaligus untuk ibadah," ujarnya.
Selain itu, Dosen Universitas Ahmad Dahlan ini juga berpesan agar jangan merasa rendah diri dengan jenis-jenis pekerjaan yang dijalani selama pekerjaan itu halal. Sebab, jika diniatkan untuk ibadah maka keridaan Allah Ta'ala menjadi pengharapan utama.
Baca Juga:Tafsir Al Mu'minuun: Tidak Ada Dalil Atas Perbuatan Syirik
“Termasuk yang bekerja sebagai pembuat teh, supir, petugas kebersihan juga merupakan ibadah. Paling tidak jika bekerja diniatkan untuk ibadah, maka rezeki yang didapatkan menjadi jalan kebaikan karena yang diharapkan adalah keridaan Allah," tuturnya.