Nadiem Makarim: Teknologi Tidak Bisa Gantikan Peran Guru
Muhajirin
Selasa, 20 Desember 2022 - 16:20 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim (kanan) dalam talkshow NU Tech di Malang, Senin (19/12/2022) (foto: instagram/@nadiemmakarim)
Mendikbud-Ristek, Nadiem Makarim, menilai kecanggihan teknologi digital saat ini tidak bisa menggantikan peran seorang guru di sekolah. Hal itu tidak hanya berlaku di Indonesia saja, tapi juga hampir di seluruh negara di dunia.
Dia menegaskan, perdebatan soal itu sudah selesai. Pembelajaran tatap muka antara murid dan guru jauh lebih efektif untuk anak di negara manapun.
“Kita sudah melihat ini, dan dibuktikan saat pandemi ketika semua orang PJJ (pembelajaran jarak jauh) belajar online, benar-benar teknologi tidak bisa menggantikan ruang kelas dan tidak bisa menggantikan guru, itu sudah pasti,” kata Nadiem dalam acara NU Tech di Malang, Jawa Timur, Senin (19/12/2022).
Baca Juga: Gagas NU Tech, PBNU Ingin Nahdliyin Kuasai Teknologi Digital
Kendati demikian, Nadiem menyebut digitalisasi di dunia pendidikan mengalami perkembangan pesat saat pandemi Covid-19. Selama dua tahun terjadi reformasi di dunia pendidikan yang tidak bisa dihindari. Selama pandemi, pembelajaran dilakukan secara jarak jauh yang mengharuskan guru dan murid melek teknologi.
Dia menegaskan, perdebatan soal itu sudah selesai. Pembelajaran tatap muka antara murid dan guru jauh lebih efektif untuk anak di negara manapun.
“Kita sudah melihat ini, dan dibuktikan saat pandemi ketika semua orang PJJ (pembelajaran jarak jauh) belajar online, benar-benar teknologi tidak bisa menggantikan ruang kelas dan tidak bisa menggantikan guru, itu sudah pasti,” kata Nadiem dalam acara NU Tech di Malang, Jawa Timur, Senin (19/12/2022).
Baca Juga: Gagas NU Tech, PBNU Ingin Nahdliyin Kuasai Teknologi Digital
Kendati demikian, Nadiem menyebut digitalisasi di dunia pendidikan mengalami perkembangan pesat saat pandemi Covid-19. Selama dua tahun terjadi reformasi di dunia pendidikan yang tidak bisa dihindari. Selama pandemi, pembelajaran dilakukan secara jarak jauh yang mengharuskan guru dan murid melek teknologi.