Menyesal setelah Berbuat Dosa, Begini Cara Mengatasinya
Mahmuda attar hussein
Rabu, 21 Desember 2022 - 08:05 WIB
Menyesal setelah Berbuat Dosa, Begini Cara Mengatasinya. (Foto: Istimewa).
Fitrah manusia adalah menjalani kehidupan sesuai dengan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Itulah alasan manusia seringkali menyesal ketika berbuat dosa.
Rasa malu kepada Allah akan dosa ini muncul sebagai bentuk teguran dalam diri manusia itu sendiri agar kembali kepada fitrahnya. Adapun untuk membersihkan diri dari dosa yang telah perbuat yakni dengan memperbanyak istighfar danbertaubat.
Pendakwah Buya Yahya menjelaskan, rasa malu, takut kepada Allah, dan selalu terbayang akan perbuatan dosa yang pernah dilakukan adalah iman.
"Bahkan depresi juga menjadi bagian dari iman ketika seseorang merasa sangat bersalah akan perbuatan dosanya di hadapan Allah," ujarnya menjawab pertanyaan jamaah dalam kajiannya dikutip Rabu (21/12/2022).
Baca Juga: Allah Mengampuni Dosa Hamba-Nya Meski Sepenuh Bumi
Namun, lanjut dia, rasa bersalah itu baru berada pada level dasar keimanan, sehingga iman itu perlu disempurnakan untuk terhindar dari depresi.
"Kalau ilmu iman itu dipenuhi maka tidak ada orang depresi. Ilmu yang dimaksud ini adalah mengenal bahwa Allah Maha Pengasih," ujarnya.
Rasa malu kepada Allah akan dosa ini muncul sebagai bentuk teguran dalam diri manusia itu sendiri agar kembali kepada fitrahnya. Adapun untuk membersihkan diri dari dosa yang telah perbuat yakni dengan memperbanyak istighfar danbertaubat.
Pendakwah Buya Yahya menjelaskan, rasa malu, takut kepada Allah, dan selalu terbayang akan perbuatan dosa yang pernah dilakukan adalah iman.
"Bahkan depresi juga menjadi bagian dari iman ketika seseorang merasa sangat bersalah akan perbuatan dosanya di hadapan Allah," ujarnya menjawab pertanyaan jamaah dalam kajiannya dikutip Rabu (21/12/2022).
Baca Juga: Allah Mengampuni Dosa Hamba-Nya Meski Sepenuh Bumi
Namun, lanjut dia, rasa bersalah itu baru berada pada level dasar keimanan, sehingga iman itu perlu disempurnakan untuk terhindar dari depresi.
"Kalau ilmu iman itu dipenuhi maka tidak ada orang depresi. Ilmu yang dimaksud ini adalah mengenal bahwa Allah Maha Pengasih," ujarnya.