home edukasi & pesantren

Pengelolaan Kelas Secara Demokratis Tekan Kekerasan di Dunia Pendidikan

Kamis, 22 Desember 2022 - 20:22 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Kekerasan yang dialami guru dan tenaga pendidikan oleh siswa atau sebaliknya membuka mata banyak pihak. Aktivitas Pendidikan sekaligus Direktur Yayasan Guru Belajar, Bukik Setiawan mengatakan kasus murid melakukan kekerasan terhadap guru memperjelas bahwa selama ini ruang-ruang kelas di Indonesia penuh dengan kekerasan baik secara verbal, fisik, maupun psikologis.

Menurut dia, ada faktor-faktor pendorong hingga seorang murid sampai melakukan kekerasan.

"Seperti kita ketahui seorang murid dengan power yang lebih lemah tetapi kalau sampai melakukan kekerasan kepada guru pasti ada suatu faktor-faktor pendorong dimana membuat situasi-situasi yang tidak kondusif, tidak sportif sehingga memicu mereka untuk melakukan kekerasan," ujar Bukik kepada Langit7 di Jakarta, Kamis (22/12/2022).

Baca juga: Ustadz Fahmi Salim: Masjid Sebaiknya Dikelola DKM Berpendidikan

"Ini juga memperkuat simulasi riset di Indonesia bahwa tingkat kekerasan di sekolah kita masih tinggi termasuk bully segala macam," lanjut dia.

Penulis buku Anak Bukan Kertas Kosong itu lantas menjelaskan penyebab terjadinya kekerasan terhadap guru yang dilakukan oleh murid.

"Penyebab terjadinya kekerasan pada guru karena ruang kelas kita cenderung tidak dikelola dengan baik. Ruang kelas kita itu kayak hutan rimba, siapa yang kuat maka dia yang berkuasa," katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kekerasan pendidikan aktivis bukik setiawan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya