Tak Bisa Harapkan Pemerintah, Penyintas Gempa Cianjur Bongkar Puing Reruntuhan
Redaksi
Jum'at, 23 Desember 2022 - 22:05 WIB
Penyintas gempa cianjur membongkar sendiri puing reruntuhan rumah lantaran tak bisa mengharapkan bantuan pemerintah. (Foto: dok. Indonesia Care)
Direktur Eksekutif Indonesia Care, Lukman Aziz Kurniawan mengatakan sebagian penyintas gempa Cianjur hingga kini tak kunjung mendapatkan kepastian dan perhatian publik terus berkurang. Banyak penyintas berkeluh kesah akan penyakit, sanitasi air bersih, kehilangan mata pencaharian hingga kegalauan mereka terkait rehabilitasi hunian.
"Mereka bingung akan pindah kemana. Satu-satunya cara adalah membersihkan sendiri puing-puing reruntuhan rumah mereka agar dapat membangun tenda darurat di bekas tempat tinggalnya sendiri," kata Lukman dalam keterangannya kepada Langit7.id, Jumat (23/12/2022).
Di hari terakhir masa tanggap darurat ini, Lukman menyatakan penderitaan penyintas makin parah. "Bantuan logistik habis, relawan pulang, pemerintah belum menyediakan tempat tinggal baru, serta banyak MCK portabel yang sudah ditarik kembali," ujarnya.
Baca Juga:Sebelum Turun Lapangan, Ini yang Perlu Disiapkan Relawan Bencana
Senada dengan hal tersebut, pengurus pemuda karang taruna RW 07 Dusun Gunung Lanjung Dua yang juga Koordinator Logistik RW 07, Tatang mengaku sedih melihat penderitaan warganya.
"Alat berat kemarin sempat masuk satu unit, tapi ditarik lagi sama pemerintah. Sampai saat ini belum ada lagi bantuan alat berat yang masuk. Akibatnya, warga baik yang dewasa maupun anak-anak membersihkan sendiri puing sisa reruntuhan," ungkapnya.
Dia pun memohon kepada pemerintah daerah dan pusat segera memperhatikan nasib warga terdampak, terutama tempat tinggal. "Kami berharap kalaupun di relokasi tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saat ini. Mungkin dengan pembangunan kembali tempat tinggal yang lebih tahan gempa di atas tanahnya sendiri," harap Tatang.
"Mereka bingung akan pindah kemana. Satu-satunya cara adalah membersihkan sendiri puing-puing reruntuhan rumah mereka agar dapat membangun tenda darurat di bekas tempat tinggalnya sendiri," kata Lukman dalam keterangannya kepada Langit7.id, Jumat (23/12/2022).
Di hari terakhir masa tanggap darurat ini, Lukman menyatakan penderitaan penyintas makin parah. "Bantuan logistik habis, relawan pulang, pemerintah belum menyediakan tempat tinggal baru, serta banyak MCK portabel yang sudah ditarik kembali," ujarnya.
Baca Juga:Sebelum Turun Lapangan, Ini yang Perlu Disiapkan Relawan Bencana
Senada dengan hal tersebut, pengurus pemuda karang taruna RW 07 Dusun Gunung Lanjung Dua yang juga Koordinator Logistik RW 07, Tatang mengaku sedih melihat penderitaan warganya.
"Alat berat kemarin sempat masuk satu unit, tapi ditarik lagi sama pemerintah. Sampai saat ini belum ada lagi bantuan alat berat yang masuk. Akibatnya, warga baik yang dewasa maupun anak-anak membersihkan sendiri puing sisa reruntuhan," ungkapnya.
Dia pun memohon kepada pemerintah daerah dan pusat segera memperhatikan nasib warga terdampak, terutama tempat tinggal. "Kami berharap kalaupun di relokasi tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saat ini. Mungkin dengan pembangunan kembali tempat tinggal yang lebih tahan gempa di atas tanahnya sendiri," harap Tatang.