Informasi Negatif di Medsos, Dadang Kahmad: Itu Kemungkaran
Mahmuda attar hussein
Senin, 26 Desember 2022 - 09:35 WIB
Informasi Negatif di Medsos. (Foto: iStock).
Ketua PP Muhammadiyah periode 2015-2022, Dadang Kahmad, mengaku miris dengan banyaknya informasi negatif yang beredar di platform media sosial sekarang ini.
Dia mengungkapkan, platform media online seharusnya dapat menyajikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya umat Islam. Sehingga nilai-nilai kebaikan juga bisa dirasakan.
"Menurut saya, banyaknya informasi negatif yang tersebar di platform media online itu merupakan suatu kemungkaran digital," katanya kepada Langit7Senin (26/12/2022).
Baca Juga: Sebar Informasi di Medsos, Ketua MUI: Harus Benar dan Kontekstual
Adapun kemungkaran digital, lanjut dia, adalah muatan informasi negatif yang disebar di platform media online. Sebaliknya, informasi yang bermuatan positif merupakan kesalihan digital.
"Kemungkaran digital itu merupakan racun bagi masyarakat kita. Terutama masyarakat yang masih sederhana, yang tingkat pendidikannya belum terlalu tinggi," katanya.
Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat bisa lebih skeptis terkait kebenaran informasi yang diterima dari media online. Dengan melakukan pengecekan kembali terhadap berbagai informasi yang diterima.
Dia mengungkapkan, platform media online seharusnya dapat menyajikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya umat Islam. Sehingga nilai-nilai kebaikan juga bisa dirasakan.
"Menurut saya, banyaknya informasi negatif yang tersebar di platform media online itu merupakan suatu kemungkaran digital," katanya kepada Langit7Senin (26/12/2022).
Baca Juga: Sebar Informasi di Medsos, Ketua MUI: Harus Benar dan Kontekstual
Adapun kemungkaran digital, lanjut dia, adalah muatan informasi negatif yang disebar di platform media online. Sebaliknya, informasi yang bermuatan positif merupakan kesalihan digital.
"Kemungkaran digital itu merupakan racun bagi masyarakat kita. Terutama masyarakat yang masih sederhana, yang tingkat pendidikannya belum terlalu tinggi," katanya.
Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat bisa lebih skeptis terkait kebenaran informasi yang diterima dari media online. Dengan melakukan pengecekan kembali terhadap berbagai informasi yang diterima.