Konten Dakwah di Media Sosial Diminta Tak Kontraproduktif
Mahmuda attar hussein
Senin, 26 Desember 2022 - 11:50 WIB
Konten Dakwah di Media Sosial Diminta Tak Kontraproduktif. (Foto: Istimewa).
Media sosial memudahkan banyak orang dalam menyampaikan informasi. Kondisi ini harus diimbangi dengan konten-konten positif, apalagi terkait dakwah Islam.
Ketua PP Muhammadiyah periode 2015-2022, Dadang Kahmad mengatakan, kemudahan informasi di media sosial itu harus dimanfaatkan dengan semangat dakwah dan pesan kebaikan Islam.
"Konten dakwah juga harus hati-hati. Jangan sampai informasi tentang dakwah menjadi kontraproduktif dan menjadi perpecahan umat," kata dia kepada Langit7, Senin (26/12/2022).
Konten dakwah, lanjut dia, mesti berisi pesan-pesan positif untuk menggairahkan kembali masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai kebaikan Islam. Sehingga keharmonisan antar umat beragama, khususnya sesama kaum muslimin dapat tercipta.
Baca Juga: Bakomubin: Dakwah Nabi Dibangun di Atas Landasan Tauhid
"Jangan sampai mengecam, mencerca, bahkan, menjelekkan kelompok lain atau pendakwah lainnya," ujarnya.
Dia menyayangkan, masih adanya orang-orang usil yang memiliki kepentingan tertentu untuk memecah belah umat. Salah satunya menjadikan konten dakwah sebagai senjata penghancur.
Ketua PP Muhammadiyah periode 2015-2022, Dadang Kahmad mengatakan, kemudahan informasi di media sosial itu harus dimanfaatkan dengan semangat dakwah dan pesan kebaikan Islam.
"Konten dakwah juga harus hati-hati. Jangan sampai informasi tentang dakwah menjadi kontraproduktif dan menjadi perpecahan umat," kata dia kepada Langit7, Senin (26/12/2022).
Konten dakwah, lanjut dia, mesti berisi pesan-pesan positif untuk menggairahkan kembali masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai kebaikan Islam. Sehingga keharmonisan antar umat beragama, khususnya sesama kaum muslimin dapat tercipta.
Baca Juga: Bakomubin: Dakwah Nabi Dibangun di Atas Landasan Tauhid
"Jangan sampai mengecam, mencerca, bahkan, menjelekkan kelompok lain atau pendakwah lainnya," ujarnya.
Dia menyayangkan, masih adanya orang-orang usil yang memiliki kepentingan tertentu untuk memecah belah umat. Salah satunya menjadikan konten dakwah sebagai senjata penghancur.