Tangkal Hoaks, Budaya Digital Harus Diiringi Literasi
Muhajirin
Selasa, 27 Desember 2022 - 18:57 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ketua Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Ni’am Sholeh, mengungkapkan, budaya digital tidak boleh menjadi budaya konvensional yang rendah literasi. Itu merupakan salah satu cara menangkal hoaks di media sosial.
“Karena literasi yang rendah menyebabkan hoaks,” kata Ni’am dalam Pelatihan Kepemimpinan Milenial pada Era Digital yang digelar Kemenpora bekerjasama dengan Komisi Infokom MUI di Oasis Amir Hotel Jakarta, dikutip Selasa (27/12/2022).
Menurut Ni’am, ada empat prasyarat pilar literasi digital yang harus dimiliki anak muda saat ini. Di antaranya digital skill (kemampuan digital), digital ethics (etika berdigital), budaya digital, dan digital safety.
Baca Juga: Informasi Negatif di Medsos, Dadang Kahmad: Itu Kemungkaran
Ruang digital harus memiliki hukum dan etika yang harus dipatuhi. Selain itu, lingkungan hidup manusia juga semakin beragama dan luas. Maka itu, fitrah manusia yang ingin berbuat baik harus dihidupkan.
“Karena literasi yang rendah menyebabkan hoaks,” kata Ni’am dalam Pelatihan Kepemimpinan Milenial pada Era Digital yang digelar Kemenpora bekerjasama dengan Komisi Infokom MUI di Oasis Amir Hotel Jakarta, dikutip Selasa (27/12/2022).
Menurut Ni’am, ada empat prasyarat pilar literasi digital yang harus dimiliki anak muda saat ini. Di antaranya digital skill (kemampuan digital), digital ethics (etika berdigital), budaya digital, dan digital safety.
Baca Juga: Informasi Negatif di Medsos, Dadang Kahmad: Itu Kemungkaran
Ruang digital harus memiliki hukum dan etika yang harus dipatuhi. Selain itu, lingkungan hidup manusia juga semakin beragama dan luas. Maka itu, fitrah manusia yang ingin berbuat baik harus dihidupkan.